GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

GTM adalah gerakan tutup mulut saat anak menolak makan. Kenali penyebab, feeding rules IDAI, dan tanda bahaya yang perlu diperiksa dokter.

27/10/2026

AceKid

Nutrisi & Tumbuh Kembang Anak
Ilustrasi Anak Perempuan (Source : Pexels)
Ilustrasi Anak Perempuan (Source : Pexels)

GTM adalah singkatan dari gerakan tutup mulut, sebutan ketika anak menolak makan dengan mengatupkan mulut, memalingkan wajah, atau melepeh makanan. Penyebabnya termasuk sakit, belum lapar, dan pengalaman makan yang tidak nyaman. Penanganannya perlu mengikuti penyebab, bukan sekadar mengejar suapan.

Melihat makanan yang disiapkan berakhir di lantai memang melelahkan. Anda boleh merasa khawatir, tetapi satu sesi makan tidak menggambarkan seluruh kondisi anak. Perhatikan juga minum, aktivitas, kemampuan makan, serta arah pertumbuhannya.

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. AceKid mendukung sepenuhnya pemberian ASI

Apa Itu GTM dan Apakah Termasuk Penyakit?

Kepanjangan GTM menjelaskan perilaku yang terlihat, bukan memastikan diagnosis penyakit. Anak yang menutup mulut bisa sedang kenyang, merasa nyeri, atau kesulitan mengolah makanan. Karena itu, menyebut semua penolakan sebagai “cuma fase” dapat membuat penyebab penting terlewat.

GTM juga tidak sama persis dengan pilih-pilih makanan. Untuk membantu mengenali polanya, berikut perbedaan istilah berdasarkan penjelasan IDAI. Tabel ini membantu pengamatan, bukan alat diagnosis mandiri.

IstilahGambaran yang diamatiHal yang perlu diperhatikan
GTMMenolak proses makan, misalnya mengatupkan mulut atau memalingkan wajahCari pemicu, durasi, dan dampaknya pada asupan
Picky eaterMemilih rasa atau tekstur, tetapi masih menerima setidaknya satu makanan dari setiap kelompok panganPantau kecukupan dan variasi makanan
Selective eaterMenolak seluruh makanan dalam kelompok tertentuRisiko kekurangan zat gizi perlu dinilai

Istilah tersebut dapat tumpang tindih dalam percakapan. Catatan konkret seperti “hanya menerima makanan lumat” lebih membantu dokter dibandingkan label “anak susah makan”.

Ciri-Ciri Anak Mengalami GTM

Perilaku berikut dapat muncul sendiri atau bersamaan:

  1. Mengatupkan mulut, memalingkan wajah, atau mendorong sendok.
  2. Melepeh, menyemburkan, atau lama menyimpan makanan di pipi.
  3. Menangis saat melihat piring atau menolak duduk di kursi makan.
  4. Hanya menerima tekstur tertentu dan tampak kesulitan mengunyah.

Menangis di kursi makan tidak otomatis berarti anak sengaja melawan. Periksa kenyamanan posisi duduk, waktu makan, dan kemungkinan rasa sakit. Mengemut yang sering terjadi, terutama bersama batuk atau tersedak, perlu penilaian kemampuan makan.

56 Persen anak mengalami ketidakcocokan dengan susu formula (Source : AceKid)
56 Persen anak mengalami ketidakcocokan dengan susu formula (Source : AceKid)

Penyebab Anak Mengalami Gerakan Tutup Mulut

Ketidaknyamanan Fisik

Sakit pada mulut atau kesulitan menelan dapat mengganggu makan. Tumbuh gigi juga dapat menimbulkan gusi nyeri. Namun, jangan langsung menganggap demam tinggi, diare, atau kondisi yang memburuk sebagai GTM karena tumbuh gigi.

Sembelit dapat disertai nafsu makan berkurang dan nyeri perut. Perhatikan apakah tinja keras, anak kesakitan saat BAB, atau keluhan perut membaik setelah BAB. Panduan anak susah BAB membantu Anda menyiapkan pengamatan sebelum berkonsultasi.

Kemampuan Oromotor dan Tekstur

Keterampilan oromotor mencakup gerakan bibir, lidah, dan rahang untuk mengolah makanan. Kesulitan mengunyah, hanya menerima tekstur tertentu, atau sering menyimpan makanan di mulut merupakan alasan untuk mengevaluasi keterampilan tersebut.

Sesuaikan tekstur dengan perkembangan dan kemampuan anak. Jangan menyimpulkan keterlambatan naik tekstur pasti membuat “otot mengunyah lelah”. Bila kesulitan menetap, dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan menelan atau pendampingan tenaga terlatih.

Rutinitas dan Pengalaman Makan

Anak yang kenyang susu atau camilan menjelang makan mungkin belum ingin makan. Susu berlebihan sebagai pengganti makanan dapat mempertahankan pola ini. Memaksa, mencekok, atau terus mengejar anak dengan sendok juga dapat membuat pengalaman makan semakin tidak nyaman.

Tujuannya bukan menyalahkan pengasuh. Semua anggota keluarga perlu menyepakati cara menawarkan makanan, sehingga anak tidak menerima aturan yang berubah setiap kali berganti pendamping.

Cara Mengatasi GTM dengan Feeding Rules IDAI

Untuk batita yang tidak memiliki tanda bahaya, mulai dengan rutinitas yang dapat dilakukan bersama. Panduan IDAI mencakup jadwal teratur, suasana menyenangkan, serta pemberian makan tanpa paksaan.

  1. Tetapkan kesempatan makan. Untuk batita, atur tiga kali makan utama dan dua kali camilan. Hindari kebiasaan mengemil terus sepanjang hari.
  2. Batasi durasi maksimal 30 menit. Bila anak tetap menolak setelah ditawarkan kembali secara netral selama 10-15 menit, akhiri sesi dengan tenang.
  3. Mulai dari porsi kecil. Porsi dapat ditambah ketika anak masih ingin makan. Hindari menjadikan piring harus kosong sebagai syarat keberhasilan.
  4. Kurangi distraksi. Simpan gawai, matikan televisi, dan biasakan makan sambil duduk. Pendamping dapat memberi contoh makan bersama.
  5. Dorong makan mandiri. Beri kesempatan menggunakan tangan atau sendok sesuai keterampilan. Dampingi dengan sabar dan tetap awasi keamanan makanan.
  6. Tawarkan menu baru tanpa tekanan. Sajikan sedikit bersama makanan yang sudah dikenal. Variasikan warna atau bentuk dan tawarkan kembali pada kesempatan lain.

Sebagai contoh, sajikan makanan keluarga dengan penyesuaian tekstur, seperti nasi lembut, lauk yang mudah dikelola, dan sayur matang lunak. Pastikan tidak ada tulang atau bagian keras. Variasi tidak harus berarti memasak banyak menu sekaligus.

Biarkan anak mengenali makanan melalui melihat, menyentuh, dan mencoba sesuai kesiapan. Sebagian makanan baru mungkin perlu ditawarkan berulang. Hindari menukar suapan dengan janji permen atau membandingkan jumlah makan anak dengan saudaranya.

Pendekatan ini sejalan dengan responsive feeding: mengenali dan menanggapi sinyal lapar serta kenyang, sambil mendukung anak belajar makan. WHO menekankan pentingnya pemberian makan yang responsif, termasuk pada masa MPASI.

Mengakhiri sesi bukan berarti menghukum anak dengan menahan makanan atau cairan. Tetap sediakan kesempatan makan berikutnya dan sesuaikan penanganan bila anak sakit atau asupannya rendah. Rencana untuk gangguan pertumbuhan perlu disusun bersama tenaga kesehatan.

Checklist Sebelum Waktu Makan

Gunakan pemeriksaan singkat ini agar perubahan rutinitas terasa lebih konkret.

Yang diperiksaLangkah praktis
JadwalCatat makanan, camilan, dan susu sebelumnya
KenyamananPastikan anak duduk stabil dan tidak tampak kesakitan
MenuSiapkan porsi kecil dengan tekstur yang mampu dikelola
PendampingSepakati respons tenang tanpa memaksa atau hadiah
PengamatanCatat apa yang dimakan dan gejala yang menyertai

Catatan ini membantu melihat pola, bukan menilai keberhasilan Anda sebagai orang tua. Misalnya, penolakan yang hanya muncul pada makanan bertekstur dapat memerlukan pendekatan berbeda dari penolakan saat anak sedang demam.

Kapan Anak GTM Perlu Diperiksa Dokter?

Jadwalkan pemeriksaan bila berat badan tidak bertambah sesuai kurva, turun, atau arah pertumbuhan pada KMS/Buku KIA memburuk. Jangan menunggu anak terlihat sangat kurus. Bawa catatan makan dan hasil penimbangan sebelumnya.

Jika anak GTM dan berat badan turun, baca juga panduan berat badan anak susah naik untuk memahami informasi yang perlu dibawa saat konsultasi.

Segera cari pertolongan bila anak sulit minum, pipis jauh berkurang, mulut kering, menangis tanpa air mata, atau tampak sangat mengantuk. Sulit dibangunkan atau kesulitan bernapas memerlukan pertolongan darurat di IGD.

Batuk atau tersedak berulang saat makan, suara terdengar basah sesudah menelan, nyeri saat makan, dan muntah berulang juga perlu dievaluasi. Dokter dapat menilai penyakit yang mendasari serta keamanan proses menelan.

Apakah GTM Bisa Termasuk ARFID?

ARFID (avoidant/restrictive food intake disorder) adalah gangguan makan dengan pembatasan jumlah atau jenis makanan yang dapat menyebabkan kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan, atau hambatan dalam kehidupan sehari-hari. Pemicu dapat berupa ketakutan tersedak atau sensitivitas terhadap karakteristik makanan.

GTM maupun picky eating tidak otomatis berarti ARFID. Diagnosis membutuhkan evaluasi klinis. Penolakan yang makin membatasi menu atau berdampak nyata pada kesehatan memerlukan pemeriksaan, bukan pelabelan mandiri.

Perbandingan kompetitor (Source : AceKid)
Perbandingan kompetitor (Source : AceKid)

Peran Susu pada Anak Usia 12-36 Bulan

Bila anak GTM tapi mau minum susu, periksa pola makan keseluruhan sebelum menambah porsinya. Untuk memilih produk sesuai usia dan membaca label, Anda dapat menggunakan panduan susu usia 1-3 tahun.

AceKid menyediakan produk tahap 3 untuk usia 12-36 bulan. Informasi asal susu dan proses One-Step Fresh menjelaskan bahan serta produksi. Susu bukan terapi GTM; penyebab sulit makan tetap perlu diperhatikan.

FAQ (Frequently Ask Questions)

1. Bagaimana Mengatasi GTM pada Usia 9 Bulan?

Periksa kondisi kesehatan, posisi duduk, serta tekstur MPASI. Tetap berikan ASI dan tawarkan makanan sesuai perkembangan tanpa memaksa. Jika minum berkurang, sering tersedak, atau pertumbuhan terganggu, periksakan anak.

2. Bagaimana Cara Mengatasi Anak GTM Umur 1 Tahun?

Mulai dari jadwal makan dan camilan, porsi kecil, durasi maksimal 30 menit, serta suasana tanpa gawai. Pantau pertumbuhan dan cari penyebab medis bila penolakan menetap atau disertai gejala lain.

3. Apakah Vitamin Anak GTM di Apotek Bisa Menjadi Solusi?

Vitamin tidak otomatis mengatasi penyebab sulit makan. Diskusikan kebutuhan suplemen dengan dokter, terutama bila variasi makanan sangat terbatas atau dicurigai kekurangan zat gizi. Hindari mencoba penambah nafsu makan tanpa evaluasi.

4. Berapa Lama GTM Masih Dianggap Wajar?

Tidak ada satu batas hari yang aman untuk semua anak. Keputusan bergantung pada asupan, minum, aktivitas, pertumbuhan, dan gejala penyerta. Tanda dehidrasi atau kesulitan menelan memerlukan pertolongan lebih cepat.

5. Bolehkah Memberikan Finger Food Saat GTM?

Boleh sesuai kesiapan dan kemampuan makan. Pilih makanan bertekstur aman yang mudah dikelola, dudukkan anak tegak, dan selalu dampingi. Jangan gunakan makanan keras atau berisiko tersedak untuk “melatih” anak.

Kesimpulan

GTM adalah sinyal untuk memahami hambatan makan anak. Mulailah dengan rutinitas konsisten, respons tenang, dan makanan sesuai kemampuan. Pantau pertumbuhan serta tanda bahaya. Kemajuan dinilai dari proses makan yang aman dan kecukupan asupan, bukan jumlah suapan semata.

Sumber

IDAI. Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Batita. Jadwal, perilaku penolakan, dan prinsip pemberian makan. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita

IDAI. Pilih-Pilih Makanan. Perbedaan picky eater dan selective eater. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan

IDAI. Sulit Makan pada Bayi dan Anak. Feeding rules dan evaluasi pertumbuhan. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak

ASHA melalui Helping You Communicate. Feeding and Swallowing Disorders in Children. Kemampuan makan, tekstur, dan gangguan menelan. https://helpingyoucommunicate.org/article/feeding-and-swallowing-disorders-in-children

NHS. Constipation in Children. Keluhan BAB dan penurunan nafsu makan. https://www.nhs.uk/baby/health/constipation-in-children/

NHS. Baby Teething Symptoms. Gejala tumbuh gigi dan batas penjelasannya. https://www.nhs.uk/baby/babys-development/teething/baby-teething-symptoms/

WHO. Infant and Young Child Feeding. ASI, MPASI, dan responsive feeding. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding

IDAI. Penanganan Kesulitan Makan pada Si Kecil. Tanda bahaya dan variasi penyajian. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil

NHS. Dehydration. Tanda dehidrasi dan kebutuhan pertolongan segera. https://www.nhs.uk/conditions/dehydration/

NIMH. Eating Disorders: What You Need to Know. Gambaran ARFID dan dampaknya. https://www.nimh.nih.gov/health/publications/eating-disorders

Reddit r/toddlers. At My Wit's End with Toddler Not Eating. Pengalaman satu pengasuh; bukan pedoman medis. https://www.reddit.com/r/toddlers/comments/zxggpw

NHS. Fussy Eaters. Porsi, suasana makan, dan respons tanpa paksaan. https://www.nhs.uk/baby/weaning-and-feeding/fussy-eaters/

CDC. When, What, and How to Introduce Solid Foods. Tekstur dan persiapan makanan sesuai kemampuan. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/when-what-and-how-to-introduce-solid-foods.html

CDC. Choking Hazards. Posisi duduk, pendampingan, dan pencegahan tersedak. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/choking-hazards.html

Apakah artikel ini membantu Anda?