Berat Badan Anak Susah Naik? Cek Ini Sebelum Memilih Susu
Mencari susu penambah berat badan anak? Pahami dulu cara membaca kurva pertumbuhan WHO, penyebab berat badan tidak naik, batas susu per hari, dan kapan ke dokter
27/9/2026
AceKid

Sebelum mencari susu "penambah berat badan", pastikan dulu apakah berat badan anak memang bermasalah dengan membaca kurva pertumbuhan WHO di Buku KIA, bukan dengan membandingkan angka dengan anak lain. Susu hanyalah salah satu sumber energi, dan menambah susu bisa menggeser makanan padat serta berisiko pada status zat besi. Bila kenaikan berat badan anak melambat, yang dibutuhkan adalah penilaian dokter atau ahli gizi.
Berat badan anak yang tidak naik adalah salah satu sumber cemas terbesar bagi orang tua. Tidak heran "susu penambah berat badan anak" dicari ribuan kali setiap bulan. Artikel ini tidak merekomendasikan produk. Yang kami bahas adalah langkah-langkah yang dipakai tenaga kesehatan untuk menilai pertumbuhan, supaya Anda tahu apa yang perlu dicek lebih dulu.
Langkah Pertama: Baca Kurva Pertumbuhan, Bukan Satu Angka
Pertumbuhan anak dinilai dengan Standar Pertumbuhan Anak WHO, yang juga dipakai di grafik Buku KIA. Standar ini mencakup beberapa indikator, antara lain:
- Berat badan menurut umur (BB/U)
- Panjang atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
- Berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB atau BB/TB)
- Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
- Kecepatan kenaikan berat badan (weight velocity)
IDAI memakai grafik WHO 2006 untuk anak usia 0-5 tahun.
Yang paling penting bukan posisi pada satu titik, tetapi arah kurva dari waktu ke waktu. Anak yang kurvanya stabil di bawah garis tengah tetapi sejajar dengan garis kurva bisa saja tumbuh baik. Sebaliknya, anak yang kurvanya menurun memotong garis kurva perlu diperhatikan meski posisinya masih di tengah.
Berat Badan Bukan Satu-satunya Ukuran
Panjang atau tinggi badan sama pentingnya dengan berat badan. Stunting (pendek karena kekurangan gizi kronis) dinilai dari panjang atau tinggi badan menurut umur, bukan dari berat badan. Seorang anak bisa terlihat "cukup berisi" tetapi tinggi badannya tertinggal.
Data Indonesia menunjukkan beberapa masalah gizi berjalan bersamaan:
| Indikator | Prevalensi balita | Sumber |
| Stunting | 19,8% | SSGI 2024 |
| Wasting (kurus) | 8,5% | SKI 2023 |
| Underweight (berat badan kurang) | 15,9% | SKI 2023 |
| Overweight (berat badan lebih) | 4,2% | SKI 2023 |
Kemenko PMK juga menyoroti tren kenaikan stunting pada kelompok usia 12-36 bulan. Adanya overweight dalam tabel ini mengingatkan bahwa tujuannya adalah pertumbuhan yang sesuai, bukan berat badan setinggi mungkin.
Apa Itu Faltering Weight?
Pada April 2026, American Academy of Pediatrics bersama NASPGHAN menerbitkan pedoman klinis yang mengganti istilah "failure to thrive" menjadi "faltering weight" (berat badan yang melambat). Beberapa poinnya:
- Kriteria memakai z-score, misalnya berat badan menurut panjang badan atau IMT menurut umur di bawah -1,65 z, laju kenaikan berat badan di bawah -2 z pada anak di bawah 2 tahun, atau penurunan satu z-score atau lebih.
- Kondisi ini terjadi pada sekitar 5-10% anak di layanan kesehatan primer.
- Tata laksananya mencakup peningkatan asupan energi, suplemen nutrisi oral bila diperlukan, dan terapi gangguan makan bila ada.
Pedoman ini ditujukan untuk tenaga kesehatan. Bagi orang tua, pesannya sederhana: penurunan kurva adalah alasan untuk berkonsultasi, bukan alasan untuk langsung mengganti susu.

Penyebab Umum Berat Badan Susah Naik
- Asupan energi kurang, misalnya porsi kecil, jarak makan tidak teratur, atau makanan kurang padat energi.
- Pola makan yang terganggu, misalnya anak kenyang susu atau camilan sebelum waktu makan.
- Infeksi berulang, seperti diare atau infeksi saluran napas, yang menurunkan nafsu makan dan meningkatkan kebutuhan.
- Kesulitan makan, termasuk anak pilih-pilih makanan atau masalah makan yang lebih serius.
- Kondisi medis tertentu yang memerlukan pemeriksaan dokter.
Kebutuhan Energi Anak 1-3 Tahun
AKG Permenkes 28/2019 untuk anak 1-3 tahun adalah 1.350 kkal energi dan 20 g protein per hari, dihitung dengan berat badan acuan 13 kg dan tinggi 92 cm. Angka acuan ini bukan target berat badan untuk anak Anda.
Dalam praktik klinis, IDAI menghitung kebutuhan kalori anak dari berat badan ideal dikalikan kebutuhan menurut height age (usia yang sesuai dengan tinggi badan anak), bukan dari berat badan saat ini. Itulah sebabnya perhitungan kebutuhan anak dengan pertumbuhan terganggu sebaiknya dilakukan tenaga kesehatan.
Mengapa Menambah Susu Bukan Jalan Pintas
- Susu punya batas porsi. IDAI menganjurkan susu menyumbang paling banyak sekitar 30% kebutuhan kalori anak di atas 1 tahun, dan 70% sisanya dari makanan padat.
- Susu berlebihan menggeser makanan padat. Asupan susu di atas 600 ml per hari berkaitan dengan asupan makanan padat yang lebih rendah. Anak yang kenyang susu makan lebih sedikit, dan masalahnya bisa berputar.
- Risiko pada status zat besi. IDAI menyebut konsumsi susu berlebihan sebagai salah satu penyebab anemia defisiensi besi pada anak 1-2 tahun. Dalam kohort BASELINE di Cork, konsumsi susu sapi tanpa modifikasi 400 ml per hari atau lebih pada anak 2 tahun berasosiasi dengan status besi rendah (OR 1,95).
- Risiko kegemukan. Kemenkes mencatat bahwa pemberian susu formula terlalu kental atau terlalu sering berisiko kegemukan, dan balita yang mengonsumsi susu formula lebih dari 100 g per hari berisiko 7,0 kali mengalami kegemukan.

Apa yang Akan Dinilai Dokter atau Ahli Gizi
Rekomendasi Asuhan Nutrisi Pediatrik IDAI memakai lima langkah:
- Penilaian status gizi, dengan grafik pertumbuhan dan riwayat makan.
- Penentuan kebutuhan gizi, berdasarkan berat badan ideal dan height age.
- Penentuan cara pemberian makan.
- Pemilihan jenis makanan sesuai usia dan kondisi.
- Pemantauan dan evaluasi secara berkala.
Bila anak membutuhkan formula dengan energi tinggi karena kondisi medis, produk tersebut di Indonesia masuk kategori Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), yaitu pangan yang diformulasi khusus untuk manajemen diet orang dengan penyakit atau gangguan tertentu. Penggunaannya perlu arahan tenaga kesehatan.
Yang Bisa Dilakukan di Rumah Sambil Menunggu Konsultasi
- Timbang dan ukur anak secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan, lalu catat di Buku KIA.
- Buat jadwal makan teratur: tiga kali makan utama dan satu sampai dua kali camilan bergizi.
- Tawarkan makanan padat energi dan protein, misalnya telur, ikan, daging, tahu, tempe, dan tambahan minyak atau santan pada masakan sesuai usia.
- Berikan susu di antara waktu makan, bukan menjelang makan.
- Buat suasana makan yang tenang, tanpa layar dan tanpa paksaan.
- Catat apa dan berapa banyak yang dimakan anak selama beberapa hari untuk dibawa saat konsultasi.
Kapan Harus ke Dokter
- Kurva berat badan atau tinggi badan menurun atau memotong garis kurva.
- Berat badan tidak naik dalam dua kali penimbangan berturut-turut.
- Anak sering sakit, diare berulang, atau muntah.
- Anak sangat sulit makan atau menolak banyak jenis makanan.
- Anak tampak lemas, pucat, atau kurang aktif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Susu apa yang bagus untuk menambah berat badan anak 1 tahun?
Tidak ada susu yang tepat untuk semua anak dengan berat badan susah naik, karena penyebabnya berbeda-beda. Langkah pertama adalah menilai kurva pertumbuhan dan pola makan bersama dokter atau ahli gizi. Bila diperlukan formula khusus, dokter yang akan menentukannya.
Berapa berat badan normal anak 1 tahun?
Tidak ada satu angka normal. Berat badan dinilai dengan grafik WHO di Buku KIA berdasarkan jenis kelamin dan umur, dan yang terpenting adalah arah kurvanya dari waktu ke waktu.
Apakah minum susu lebih banyak akan membuat anak cepat gemuk?
Belum tentu, dan tidak selalu baik. Susu berlebihan bisa membuat anak makan lebih sedikit, berisiko pada status zat besi, dan pada sebagian anak berisiko kegemukan.
Apa bedanya berat badan kurang dan stunting?
Berat badan kurang (underweight) dinilai dari berat badan menurut umur. Stunting dinilai dari panjang atau tinggi badan menurut umur dan mencerminkan kekurangan gizi kronis. Seorang anak bisa mengalami salah satunya atau keduanya.
Kapan anak perlu susu tinggi kalori?
Bila dokter menilai anak memerlukannya berdasarkan kondisi medis dan status gizinya. Produk untuk keperluan medis khusus (PKMK) dipakai dengan arahan tenaga kesehatan.
Sumber
- WHO. Child Growth Standards. https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards
- IDAI. Rekomendasi Asuhan Nutrisi Pediatrik. https://www.idai.or.id/wp-content/uploads/2013/02/Rekomendasi-IDAI_Asuhan-Nutrisi-Pediatrik.pdf
- AAP. Clinical Practice Guideline for Diagnosis and Management of Faltering Weight, 2026. https://www.aap.org/en/news-room/news-releases/aap/2026/american-academy-of-pediatrics-issues-clinical-practice-guideline-for-diagnosis-and-management-of-faltering-weight/
- Kemenkes BKPK. SSGI 2024. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ssgi-2024
- Kemenkes BKPK. Hasil Utama SKI 2023. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/daftar-frequently-asked-question-seputar-hasil-utama-ski-2023/hasil-utama-ski-2023/
- Kemenko PMK. Prevalensi stunting 2024. https://www.kemenkopmk.go.id/prevalensi-stunting-tahun-2024-turun-jadi-198-persen-pemerintah-terus-dorong-penguatan-gizi
- Kemenkes, RSST. Penggunaan Susu Formula pada Bayi 0-6 Bulan, 9 Juli 2024. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3498/penggunaan-susu-formula-pada-bayi-0-6-bulan
- IDAI. Bolehkah Susu Kental Manis Diberikan pada Anak? 2017. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bolehkah-susu-kental-manis-skm-diberikan-pada-anak
- IDAI. Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak
- Cork BASELINE Birth Cohort. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6865992/
- Volume susu dan makanan padat. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2083241/
- Permenkes RI No. 28 Tahun 2019 tentang AKG. https://peraturan.bpk.go.id/Download/129886/Permenkes%20Nomor%2028%20Tahun%202019.pdf
- Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022 (definisi PKMK). https://jdih.pom.go.id/download/rule/1341/1/2022/
Apakah artikel ini membantu Anda?
