Susu Sapi Murni: Kandungan, Manfaat, dan Cara Memilihnya dengan Teliti

Kenali susu sapi murni, kandungan nutrisi, manfaat, gula alami, perbedaannya dengan susu mentah, serta cara memilih produk dengan lebih teliti

8/5/2026

AceKid

Ilustrasi Anak Tersenyum (Source: Pexels)
Ilustrasi Anak Tersenyum (Source: Pexels)

Susu sapi murni sering dianggap sebagai susu yang langsung berasal dari sapi tanpa tambahan apa pun. Namun, istilah “murni” dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila langsung disamakan dengan susu mentah yang belum melalui proses keamanan pangan.

Susu sapi murni yang dijual sebagai produk pangan tetap dapat dipasteurisasi, diproses dengan teknologi UHT, atau dikeringkan menjadi bubuk. Proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan bentuk, keamanan, dan masa simpan yang berbeda tanpa mengubah asal bahan utamanya sebagai susu sapi.

Karena itu, Mom tidak cukup hanya mencari tulisan “murni” pada bagian depan kemasan. Daftar komposisi, Informasi Nilai Gizi, jenis pengolahan, kandungan gula, sumber susu, dan aturan penyimpanan perlu dibaca secara bersamaan.

Artikel ini membantu Mom memahami susu sapi murni secara lebih menyeluruh, mulai dari pengertian, kandungan nutrisi, manfaat, perbedaannya dengan jenis susu lain, sampai cara memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Key Points

  • Susu sapi murni umumnya merujuk pada susu yang bahan utamanya berasal dari susu sapi tanpa penambahan rasa atau penggantian komponen utamanya.
  • Istilah susu sapi murni tidak sama dengan raw milk atau susu mentah.
  • Susu yang telah dipasteurisasi tetap dapat disebut berasal dari susu sapi murni.
  • Susu sapi secara alami mengandung protein, lemak, laktosa, vitamin, dan mineral.
  • Laktosa merupakan gula alami susu, bukan gula yang sengaja ditambahkan.
  • Susu full cream, rendah lemak, dan skim memiliki kadar lemak berbeda, tetapi kandungan gulanya belum tentu jauh berbeda.
  • Produk dengan klaim tanpa tambahan sukrosa tetap dapat mengandung laktosa.
  • Susu sapi murni yang belum dipasteurisasi memiliki risiko kontaminasi mikroorganisme.
  • Manfaat susu perlu dilihat sebagai kontribusi nutrisi dalam pola makan, bukan sebagai pengganti makanan utama.
  • Biasakan #CekKomposisi sebelum memilih susu untuk keluarga.

Apa Itu Susu Sapi Murni?

Dalam penggunaan sehari-hari, susu sapi murni biasanya merujuk pada susu yang berasal dari pemerahan sapi dan tidak dicampur dengan bahan lain untuk menggantikan komponen utamanya. Produk ini umumnya memiliki rasa susu yang alami dan tidak diberi tambahan rasa cokelat, stroberi, vanila, atau pemanis tertentu.

Namun, kata “murni” tidak selalu memiliki penggunaan yang seragam pada setiap produk. Sebagian produsen menggunakannya untuk menggambarkan susu dengan komponen lemak alaminya, sedangkan produsen lain menggunakan istilah tersebut untuk produk yang bahan tunggalnya berupa susu sapi.

Greenfields menjelaskan susu murni sebagai susu sapi yang komponen nutrisinya tidak disesuaikan dengan mengurangi atau menambahkan unsur tertentu, tetapi tetap diproses untuk keamanan pangan. Dengan pengertian tersebut, susu murni tidak sama dengan susu mentah dan tetap dapat melalui pasteurisasi. (Greenfields Dairy)

Sementara itu, peraturan pertanian Indonesia mendefinisikan susu segar sebagai cairan yang berasal dari ambing hewan ternak penghasil susu yang sehat. Definisi tersebut menjelaskan sumber awalnya, bukan berarti susu harus dikonsumsi tanpa pemrosesan. (Database Peraturan | JDIH BPK)

Jadi, Mom dapat memahami susu sapi murni sebagai bahan susu sapi yang tidak digantikan oleh bahan lain. Namun, kepastian komposisinya tetap harus dilihat dari label, bukan hanya dari nama produk.

Read More: Edukasi Susu Segar untuk Anak yang Perlu Dipahami

Apakah Susu Sapi Murni Sama dengan Susu Mentah?

Susu sapi murni tidak selalu sama dengan susu mentah atau raw milk. Perbedaan ini penting karena keduanya berkaitan dengan aspek yang berbeda.

“Murni” umumnya menjelaskan asal dan komposisi bahan. Sementara itu, “mentah” menjelaskan bahwa susu belum melalui pasteurisasi atau proses pemanasan lain untuk mengendalikan mikroorganisme berbahaya.

Susu sapi murni dapat melalui pasteurisasi tanpa kehilangan statusnya sebagai susu yang berasal dari bahan utama susu sapi. FDA menjelaskan bahwa pasteurisasi membunuh mikroorganisme penyebab penyakit tanpa menimbulkan perubahan berarti pada kualitas nutrisi susu.

Sebaliknya, raw milk dapat membawa bakteri seperti Salmonella, E. coli, Listeria, dan Campylobacter. Risikonya lebih besar bagi anak, ibu hamil, orang lanjut usia, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

Karena itu, anggapan bahwa susu yang belum dipanaskan pasti lebih alami dan lebih bernutrisi tidak tepat. Mom sebaiknya memastikan susu telah melalui proses keamanan pangan yang sesuai dan mengikuti petunjuk penyimpanannya.

Apa Perbedaan Susu Sapi Murni, Susu Segar, dan Whole Milk?

Ketiga istilah ini sering dipakai bersama, tetapi fokus artinya berbeda.

Susu sapi murni

Susu sapi murni menekankan sumber bahan dari susu sapi serta tidak adanya penggantian bahan utama. Mom tetap perlu memeriksa apakah produk memiliki tambahan gula, perisa, vitamin, mineral, atau bahan lainnya.

Susu segar

Susu segar menjelaskan keadaan susu setelah pemerahan sebelum diolah menjadi produk akhir. Susu segar dapat dipasteurisasi, diproses dengan UHT, atau dikeringkan menjadi susu bubuk.

Dengan demikian, produk berbentuk bubuk tetap dapat dibuat menggunakan susu segar sebagai bahan utama.

Whole milk

Whole milk atau susu penuh lemak mengacu pada susu yang masih mempertahankan kadar lemak susunya. Istilah ini lebih berkaitan dengan kadar lemak dibandingkan kesederhanaan komposisi.

Produk whole milk dapat memiliki tambahan bahan tertentu. Karena itu, tulisan whole milk belum cukup untuk memastikan bahwa komposisinya hanya terdiri dari susu.

Natural whole milk

Natural whole milk digunakan untuk menjelaskan susu segar dengan komponen lemak alaminya sebagai bahan utama sebelum menjadi produk akhir. Istilah ini tidak berarti produk akhirnya selalu berbentuk cair.

Untuk memahami topik tersebut secara lebih mendalam, Mom dapat membaca:

Apa Kandungan Nutrisi dalam Susu Sapi Murni?

Susu sapi terdiri dari air, protein, lemak, laktosa, mineral, vitamin, dan komponen alami lainnya. Komposisinya dapat dipengaruhi ras sapi, pakan, kondisi pemeliharaan, tahap laktasi, musim, serta proses pengolahan.

FAO mencatat bahwa susu sapi umumnya mengandung sekitar 3 sampai 4 persen lemak, 3,5 persen protein, dan sekitar 5 persen laktosa. Nilai tersebut merupakan gambaran umum dan dapat berbeda pada setiap sumber maupun produk.

1. Protein

Protein susu sapi terutama terdiri dari kasein dan protein whey. Keduanya menyediakan asam amino yang digunakan tubuh untuk membentuk dan memelihara jaringan.

Protein susu dapat melengkapi asupan harian, tetapi tidak perlu menjadi satu-satunya sumber protein. Telur, ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan tetap perlu hadir dalam pola makan yang beragam.

2. Lemak

Lemak memberikan energi sekaligus membentuk tekstur dan rasa khas susu. Susu sapi murni dengan kadar lemak alami biasanya terasa lebih lembut dan creamy dibandingkan susu rendah lemak.

Namun, kebutuhan lemak setiap orang dapat berbeda. Usia, aktivitas, kebutuhan energi, pola makan, dan kondisi kesehatan perlu dipertimbangkan sebelum memilih susu penuh lemak atau rendah lemak.

3. Laktosa

Laktosa adalah gula alami yang terdapat dalam susu. Keberadaannya membuat susu tetap memiliki angka gula pada Informasi Nilai Gizi meskipun tidak menggunakan tambahan sukrosa.

Jadi, susu sapi murni tanpa gula tambahan bukan berarti memiliki kandungan gula nol. Laktosa tetap dapat menyumbang sekitar 5 gram gula dalam setiap 100 mililiter susu sapi, meskipun jumlah sebenarnya bergantung pada produk.

Read More: Cara Membaca Kandungan Gula dalam Susu Pertumbuhan

4. Kalsium dan fosfor

Kalsium dan fosfor merupakan bagian dari struktur tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan untuk fungsi otot, saraf, pembuluh darah, dan pelepasan hormon tertentu.

Susu dan produk olahannya dapat menjadi sumber kalsium. Namun, kebutuhan kalsium juga dapat dipenuhi dari ikan bertulang lunak, tahu, sayuran tertentu, dan pangan yang difortifikasi.

5. Vitamin dan mineral lainnya

Susu sapi dapat mengandung vitamin B12, riboflavin, kalium, magnesium, dan mineral lainnya. Sebagian produk juga diberi tambahan vitamin A atau vitamin D.

Karena proses fortifikasi berbeda, Mom perlu mengecek jumlah per sajian. Jangan menganggap seluruh susu sapi murni otomatis memiliki jumlah vitamin yang sama.

Apa Manfaat Minum Susu Sapi Murni?

Manfaat susu sapi murni berasal dari kontribusi nutrisinya dalam pola makan. Susu bukan obat dan tidak menggantikan makanan utama, aktivitas, tidur, maupun pemeriksaan kesehatan.

1. Membantu melengkapi asupan protein

Protein susu dapat membantu melengkapi kebutuhan untuk pembentukan serta pemeliharaan jaringan tubuh. Manfaat tersebut tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan asupan protein dari makanan lainnya.

2. Menambah asupan kalsium dan fosfor

Kalsium dan fosfor berkontribusi terhadap pemeliharaan tulang dan gigi. Namun, kondisi tulang juga dipengaruhi vitamin D, aktivitas fisik, usia, hormon, dan kesehatan secara umum.

Karena itu, minum susu perlu disertai pola makan yang beragam serta aktivitas sesuai kemampuan.

3. Menjadi sumber energi

Susu sapi murni menyediakan energi dari laktosa, protein, dan lemak. Produk dengan kandungan lemak lebih tinggi umumnya memiliki energi lebih besar daripada susu rendah lemak.

Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi orang dengan kebutuhan energi tinggi. Sebaliknya, orang yang perlu membatasi asupan energi atau lemak jenuh dapat mempertimbangkan jenis susu lain berdasarkan arahan tenaga kesehatan.

4. Membantu melengkapi sarapan atau makanan selingan

Susu sapi murni dapat diminum langsung atau digunakan bersama sereal, oatmeal, buah, dan berbagai masakan. Kehadirannya dapat menambah protein, cairan, dan beberapa nutrisi dalam menu.

Namun, susu tidak sebaiknya digunakan untuk menggantikan seluruh makanan utama, khususnya pada anak yang sedang belajar menerima makanan beragam.

5. Memberikan rasa dan tekstur alami

Lemak dan protein susu membantu menghasilkan tekstur yang lembut serta rasa alami. Karakter tersebut membuat susu sapi murni banyak digunakan untuk memasak, membuat kue, saus, dan minuman.

Manfaat ini berkaitan dengan pengalaman konsumsi dan fungsi pengolahan makanan, bukan klaim kesehatan tertentu.

Apakah Sehat Minum Susu Sapi Murni Setiap Hari?

Minum susu sapi murni setiap hari dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi orang yang dapat menoleransinya. Namun, jumlah dan jenis susu perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi, asupan lemak, makanan lain, serta kondisi kesehatan.

Susu penuh lemak mengandung lemak jenuh. WHO menyarankan agar asupan lemak jenuh dibatasi hingga kurang dari 10 persen total energi harian. Orang yang sudah banyak mengonsumsi sumber lemak jenuh lain perlu mempertimbangkan keseluruhan pola makannya, bukan menilai susu secara terpisah.

Pada saat yang sama, memilih susu rendah lemak tidak otomatis menjadi keputusan terbaik bagi setiap orang. Anak dalam masa pertumbuhan, orang dengan kebutuhan energi tinggi, dan orang dewasa dengan kondisi tertentu dapat memiliki kebutuhan berbeda.

Minum setiap hari juga tidak berarti harus dalam jumlah berlebihan. Air putih tetap menjadi minuman utama, sedangkan kebutuhan energi dan nutrisi perlu dipenuhi dari berbagai makanan.

Apakah Susu Sapi Murni Mengandung Gula Tambahan?

Susu sapi murni secara alami mengandung laktosa. Namun, produk olahan tertentu dapat memiliki tambahan sukrosa, sirup jagung, perisa, atau bahan lain untuk membentuk rasa.

Karena itu, Mom perlu membedakan tiga hal:

  1. Gula alami dari laktosa.
  2. Gula yang ditambahkan saat produksi.
  3. Karbohidrat lain seperti maltodekstrin.

Cek komposisi untuk melihat ada atau tidaknya tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, vanillin, perisa sintetik, atau hidden sugar lainnya.

Maltodekstrin bukan sukrosa, tetapi tetap merupakan bahan berbasis karbohidrat. Keberadaannya perlu dilihat bersama total karbohidrat, bahan utama, ukuran sajian, serta pola konsumsi.

Read More:

Susu Mana yang Memiliki Kandungan Gula Paling Sedikit?

Tidak ada satu merek yang dapat selalu disebut memiliki kandungan gula paling sedikit karena formula dan ukuran sajian dapat berubah. Cara paling tepat adalah membandingkan gula total pada produk dengan kategori dan bentuk penyajian yang sama.

Untuk susu cair, bandingkan angka gula per 100 mililiter. Untuk susu bubuk, bandingkan angka pada produk yang sudah disiapkan sesuai takaran, bukan hanya jumlah gula per 100 gram bubuk.

Susu sapi murni tanpa tambahan gula biasanya tetap mengandung laktosa alami sekitar 5 gram per 100 mililiter. Susu skim atau rendah lemak belum tentu mengandung gula lebih sedikit karena proses pengurangan lemak tidak otomatis menghilangkan laktosa.

Susu bebas laktosa juga tidak selalu memiliki gula total yang lebih rendah. Pada produk tersebut, laktosa dapat dipecah menjadi glukosa dan galaktosa sehingga lebih mudah dicerna, tetapi jumlah karbohidratnya dapat tetap serupa.

Gunakan langkah berikut untuk menemukan produk dengan gula paling sedikit:

  • Bandingkan produk tanpa rasa tambahan.
  • Gunakan angka per 100 mililiter produk siap konsumsi.
  • Periksa gula total.
  • Cek total karbohidrat.
  • Baca daftar komposisi.
  • Cari ada atau tidaknya sukrosa dan sirup.
  • Bedakan laktosa alami dari gula tambahan.
  • Pastikan protein, lemak, vitamin, dan mineralnya tetap sesuai kebutuhan.

Produk dengan gula paling rendah belum tentu paling sesuai. Keseluruhan komposisi, usia pengguna, kebutuhan energi, dan kondisi kesehatan tetap perlu dipertimbangkan.

One-Step Fresh (Source: AceKid)
One-Step Fresh (Source: AceKid)

Apakah Susu Sapi Murni Cocok untuk Semua Orang?

Tidak semua orang dapat mengonsumsi susu sapi tanpa keluhan. Dua kondisi yang paling sering disalahartikan adalah intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi.

Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa terjadi ketika usus halus menghasilkan enzim laktase dalam jumlah rendah sehingga tubuh tidak dapat mencerna seluruh laktosa. Keluhannya dapat berupa kembung, gas, kram, mual, atau diare.

Susu sapi murni mentah maupun yang dipasteurisasi tetap mengandung laktosa. Karena itu, susu mentah bukan solusi untuk intoleransi laktosa.

Alergi protein susu sapi

Alergi susu melibatkan respons sistem imun terhadap protein susu, bukan terhadap laktosa. Gejalanya dapat melibatkan kulit, saluran pencernaan, atau pernapasan.

Susu tanpa laktosa tetap dapat mengandung kasein dan protein whey. Dengan demikian, produk tersebut belum tentu sesuai bagi orang dengan alergi protein susu.

Jika muncul pembengkakan, muntah berulang, darah pada feses, mengi, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis.

Mengapa Pengolahan dan Penyimpanan Susu Sapi Murni Penting?

Susu sapi mudah mengalami kerusakan apabila penanganan, pemanasan, pendinginan, dan penyimpanannya tidak tepat. Jurnal JP2M Universitas Islam Malang juga menekankan bahwa susu sapi murni memiliki masa simpan relatif singkat sehingga pengolahan seperti pasteurisasi diperlukan untuk membantu menjaga keamanan serta memperpanjang penggunaannya.

Proses pasteurisasi menurunkan risiko mikroorganisme berbahaya, tetapi produk tetap perlu disimpan sesuai petunjuk. Susu pasteurisasi biasanya membutuhkan pendinginan, sedangkan susu UHT yang belum dibuka dapat disimpan pada suhu ruang sesuai keterangan kemasan.

Setelah kemasan dibuka, perhatikan:

  • Suhu penyimpanan.
  • Lama penggunaan setelah dibuka.
  • Kebersihan wadah.
  • Aroma.
  • Warna.
  • Tekstur.
  • Kondisi kemasan.

Jangan gunakan produk apabila kemasan bocor, menggembung, segelnya rusak, atau susu mengalami perubahan aroma dan tekstur yang tidak biasa.

Cara Memilih Susu Sapi Murni dengan Lebih Teliti

1. Cek nama dan kategori produk

Lihat apakah produk merupakan susu pasteurisasi, UHT, bubuk, full cream, rendah lemak, atau susu pertumbuhan. Kategori tersebut menjelaskan karakter yang berbeda.

2. Mulai dari daftar komposisi

Periksa bahan pertama. Jika produk diklaim berbahan utama susu sapi murni atau susu segar, bahan tersebut seharusnya dapat terlihat pada daftar komposisi.

3. Cek tambahan gula dan perisa

Cari sukrosa, sirup jagung, glukosa, fruktosa, maltodekstrin, vanillin, serta perisa lainnya.

Produk berlabel “plain” belum tentu hanya memiliki satu bahan. Daftar komposisi tetap menjadi sumber informasi utama.

4. Baca Informasi Nilai Gizi

Perhatikan:

  • Takaran saji
  • Energi
  • Protein
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Gula
  • Vitamin
  • Mineral

Bandingkan produk berdasarkan ukuran saji yang sama agar hasilnya tidak menyesatkan.

5. Periksa proses keamanan pangan

Pastikan produk telah melalui proses yang sesuai, seperti pasteurisasi atau UHT. Jangan mengonsumsi raw milk hanya karena dianggap lebih alami.

6. Cek sumber susu

Informasi mengenai asal peternakan, pengangkutan, pengujian, dan proses produksi membantu Mom memahami perjalanan bahan utama.

7. Sesuaikan dengan kondisi pengguna

Perhatikan alergi, intoleransi laktosa, kebutuhan energi, usia, dan pola makan. Konsultasikan jika terdapat keluhan berulang atau kondisi kesehatan tertentu.

Read More: Cara Cek Komposisi Susu Anak Lebih Teliti

Faktor Utama Saat Memilih Susu Formula (Source: AceKid)
Faktor Utama Saat Memilih Susu Formula (Source: AceKid)

Hasil Riset AceKid tentang Cara Mom Memilih Susu

Berdasarkan FGD internal AceKid terhadap 1.300 Mom, Informasi Nilai Gizi menjadi indikator pembelian utama bagi 56 persen responden. Daftar komposisi diperhatikan oleh 33 persen responden, sedangkan rekomendasi dokter menjadi pertimbangan bagi 11 persen responden.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa angka nutrisi telah menjadi perhatian banyak Mom. Namun, belum semuanya memulai pemeriksaan dari bahan utama dan susunan komposisi.

Padahal, Informasi Nilai Gizi dan daftar komposisi menjawab pertanyaan yang berbeda. Informasi Nilai Gizi menunjukkan jumlah nutrisi per sajian, sedangkan daftar komposisi menunjukkan bahan yang digunakan untuk membuat produk.

Data tersebut merupakan gambaran responden FGD AceKid dan bukan representasi seluruh keluarga Indonesia. Meski demikian, hasilnya memperkuat pentingnya kebiasaan #CekKomposisi ketika Mom membandingkan produk susu.

Value AceKid dalam Memahami Susu Sapi Murni

Untuk susu pertumbuhan anak di atas 12 bulan, AceKid menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan utama. Pendekatan tersebut membantu Mom memahami bahwa produk berbentuk bubuk tetap dapat dibuat dari susu segar.

AceKid juga memiliki sumber susu yang dapat ditelusuri dari kawasan 47° N Golden Milk Source. Susu dikirim dari pemerahan menuju fasilitas produksi dalam waktu sekitar dua jam, dengan informasi perjalanan sumber yang dapat diperiksa.

Read More: Sumber Susu Segar yang Dapat Ditelusuri AceKid

Susu segar tersebut diproses melalui one-step fresh, yaitu alur yang lebih ringkas dari susu segar menjadi susu bubuk. Proses ini membantu menjelaskan perjalanan bahan utama, tetapi bukan jaminan bahwa produk pasti cocok untuk setiap anak.

Read More: Memahami One-Step Fresh pada Susu AceKid

AceKid diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Karena susu segar secara alami mengandung laktosa, informasi tersebut tidak berarti produk bebas seluruh kandungan gula.

Dalam penyajian, flash dissolution membantu susu lebih cepat larut dengan sedikit adukan sesuai petunjuk pada kemasan. Fitur ini berkaitan dengan kemudahan menyiapkan susu, bukan klaim untuk mengatasi gangguan pencernaan atau menjamin penyerapan nutrisi.

Read More: Flash Dissolution dan Kelarutan Susu

Lebih Teliti Memahami Susu Sapi Murni bersama AceKid

Istilah susu sapi murni dapat membantu Mom mengenali asal bahan, tetapi belum memberikan seluruh informasi tentang produk. Proses keamanan pangan, kandungan lemak, laktosa, gula tambahan, sumber susu, serta aturan penyimpanan tetap perlu diperiksa.

Melalui #CekKomposisi, AceKid mengajak Mom memahami susu dari bahan utamanya. Untuk anak di atas 12 bulan, Mom dapat mempelajari pilihan susu pertumbuhan yang menggunakan susu segar, memiliki sumber susu yang dapat ditelusuri, dan disiapkan sesuai tahap usia si kecil.

Tetap baca daftar komposisi dan Informasi Nilai Gizi, ikuti petunjuk penyajian, amati respons tubuh anak, serta konsultasikan kondisi khusus dengan dokter atau tenaga kesehatan.

FAQ

Apa manfaat minum susu sapi murni?

Susu sapi murni dapat membantu melengkapi asupan protein, kalsium, fosfor, lemak, laktosa, vitamin B12, riboflavin, dan nutrisi lainnya sesuai jenis produknya.

Protein berkontribusi terhadap pembentukan serta pemeliharaan jaringan, sedangkan kalsium dan fosfor menjadi bagian dari struktur tulang dan gigi. Lemak dan laktosa juga dapat menyumbang energi.

Manfaat tersebut tetap bergantung pada porsi, pola makan, aktivitas, usia, dan kondisi kesehatan. Susu sapi murni bukan pengganti makanan utama dan tidak harus menjadi satu-satunya sumber nutrisi.

Susu mana yang memiliki kandungan gula paling sedikit?

Produk dengan kandungan gula paling sedikit perlu ditentukan melalui Informasi Nilai Gizi, bukan hanya nama jenis susunya. Bandingkan gula total per 100 mililiter produk siap konsumsi serta cek daftar komposisinya.

Susu sapi murni tanpa tambahan gula tetap mengandung laktosa alami sekitar 5 gram per 100 mililiter. Susu rendah lemak atau skim milk belum tentu memiliki gula lebih sedikit karena pengurangan lemak tidak otomatis mengurangi laktosa.

Pilih produk tanpa tambahan sukrosa atau sirup apabila Mom ingin membatasi gula tambahan. Namun, tetap pertimbangkan total karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, tahap usia, dan kondisi orang yang mengonsumsinya.

Is this article helpful to you??