Susu Free Laktosa: Fungsi, Manfaat, dan Cara Memilihnya dengan Tepat

Kenali fungsi susu free laktosa, manfaatnya bagi intoleransi laktosa, perbedaannya dengan alergi susu, dan cara memilih produk yang tepat

8/4/2026

AceKid

Susu Free Laktosa (Source: Pexels)
Susu Free Laktosa (Source: Pexels)

Susu free laktosa semakin mudah ditemukan sebagai pilihan bagi orang yang merasa kembung, sering buang gas, sakit perut, atau mengalami perubahan pola BAB setelah minum susu. Meski namanya terdengar sederhana, produk ini tidak selalu berarti bebas gula, bebas protein susu sapi, atau otomatis lebih sehat daripada susu biasa.

Istilah susu free laktosa merujuk pada susu yang kandungan laktosanya telah dihilangkan, dikurangi hingga sangat rendah, atau dipecah menjadi bentuk gula yang lebih sederhana. Tujuannya adalah membantu orang yang mengalami intoleransi laktosa tetap memperoleh nutrisi dari susu tanpa menerima laktosa dalam jumlah yang memicu keluhan.

Namun, tidak semua keluhan setelah minum susu disebabkan intoleransi laktosa. Diare dapat terjadi akibat infeksi, kembung dapat dipengaruhi makanan lain, sedangkan ruam dan sesak napas dapat mengarah pada alergi protein susu. Karena itu, memahami penyebab keluhan menjadi langkah pertama sebelum mengganti susu.

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Pembahasan yang menyentuh usia 0 sampai 12 bulan dalam artikel ini hanya bersifat edukatif dan tidak menyebut maupun merekomendasikan produk. Penggantian asupan pada tahap usia tersebut perlu dilakukan berdasarkan arahan dokter atau tenaga kesehatan.

Key Points

  • Susu free laktosa adalah susu yang laktosanya telah dihilangkan, dikurangi, atau dipecah menggunakan enzim lactase.
  • Produk ini terutama ditujukan untuk orang dengan intoleransi laktosa.
  • Susu bebas laktosa masih dapat berasal dari susu sapi dan tetap mengandung protein susu.
  • Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi protein susu sapi.
  • Anak yang diare tidak selalu membutuhkan susu bebas laktosa.
  • Sebagian intoleransi laktosa pada anak dapat muncul sementara setelah infeksi saluran cerna.
  • Ibu hamil dapat minum susu bebas laktosa selama produknya dipasteurisasi dan sesuai kebutuhan nutrisinya.
  • Produk bebas laktosa belum tentu bebas gula tambahan.
  • Daftar komposisi dan Informasi Nilai Gizi tetap perlu diperiksa bersama.
  • Penggunaan pada anak dengan keluhan berulang sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Apa Itu Laktosa?

Laktosa adalah gula alami yang terdapat dalam susu mamalia, termasuk susu sapi, kambing, domba, dan ASI. Di dalam usus halus, laktosa perlu dipecah oleh enzim lactase menjadi glukosa dan galaktosa sebelum dapat diserap tubuh.

Apabila produksi enzim lactase rendah, sebagian laktosa tidak terurai dengan baik. Laktosa kemudian masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri sehingga menghasilkan gas serta menarik lebih banyak cairan ke saluran cerna. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kembung, buang gas, nyeri perut, mual, dan diare.

Rendahnya kemampuan tubuh menyerap laktosa belum tentu selalu menimbulkan keluhan. Intoleransi laktosa baru mengacu pada kondisi ketika gangguan penyerapan tersebut disertai gejala setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

Karena itu, satu kejadian kembung atau BAB cair setelah minum susu belum cukup untuk memastikan intoleransi laktosa. Mom perlu mengamati pola keluhan, jumlah susu yang diminum, makanan lain yang dikonsumsi, dan kondisi kesehatan saat gejala muncul.

Apa yang Dimaksud dengan Susu Free Laktosa?

Susu free laktosa atau lactose-free milk adalah produk susu yang laktosanya telah dikurangi hingga sangat rendah atau dipecah agar lebih mudah ditoleransi oleh orang dengan intoleransi laktosa.

Produk ini dapat dibuat melalui beberapa cara. Metode yang umum digunakan adalah menambahkan enzim lactase untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Produsen juga dapat menggunakan proses penyaringan untuk mengurangi laktosa sebelum produk dikemas.

Pemecahan laktosa dapat membuat susu terasa sedikit lebih manis. Hal ini terjadi karena glukosa dan galaktosa memberikan persepsi rasa manis yang lebih kuat dibandingkan laktosa utuh. Rasa yang lebih manis tersebut tidak otomatis berarti produsen menambahkan sukrosa.

Meski demikian, Mom tetap perlu mengecek komposisinya. Susu bebas laktosa masih dapat memiliki tambahan sukrosa, sirup jagung, maltodekstrin, vanillin, atau perisa jika bahan tersebut dicantumkan pada label.

Susu Bebas Laktosa Fungsinya Apa?

Fungsi utama susu bebas laktosa adalah mengurangi jumlah laktosa yang perlu dicerna tubuh. Dengan begitu, orang yang mengalami intoleransi laktosa dapat tetap mengonsumsi produk berbahan susu dengan risiko keluhan yang lebih rendah.

Susu bebas atau rendah laktosa umumnya masih mengandung protein, lemak, kalsium, vitamin, dan mineral seperti susu biasa. NIDDK menyebutkan bahwa produk tersebut dapat membantu membatasi laktosa tanpa harus menghilangkan seluruh produk susu dari pola makan.

Secara lebih rinci, susu free laktosa dapat berfungsi untuk:

1. Membantu mengurangi gejala intoleransi laktosa

Mengurangi laktosa dapat membantu menurunkan kemungkinan munculnya kembung, gas, nyeri perut, mual, atau diare apabila keluhan tersebut memang dipicu oleh intoleransi laktosa.

Namun, manfaat tersebut tidak berlaku untuk semua penyebab gangguan pencernaan. Susu bebas laktosa tidak mengatasi diare karena infeksi, alergi protein susu, atau gangguan saluran cerna lainnya.

2. Membantu mempertahankan asupan nutrisi dari susu

Sebagian orang langsung menghilangkan seluruh produk susu ketika mengalami keluhan. Padahal, pembatasan menyeluruh dapat mengurangi asupan kalsium dan vitamin D jika tidak diganti dengan sumber lain.

Produk bebas laktosa dapat menjadi salah satu cara untuk tetap memperoleh protein, kalsium, dan nutrisi lain dari susu. Meski demikian, jumlah setiap nutrisi perlu diperiksa melalui Informasi Nilai Gizi karena komposisi antarproduk dapat berbeda.

3. Menjadi pilihan saat intoleransi bersifat sementara

Infeksi atau peradangan yang mengganggu permukaan usus halus dapat menurunkan produksi enzim lactase. Kondisi ini disebut intoleransi laktosa sekunder dan dapat muncul setelah gastroenteritis atau diare berat.

Ketika lapisan usus pulih, kemampuan mencerna laktosa dapat kembali secara bertahap. Karena itu, penggunaan susu bebas laktosa dalam kondisi ini tidak selalu diperlukan untuk jangka panjang.

4. Membantu menyesuaikan pola makan dengan tingkat toleransi

Tidak semua orang dengan intoleransi laktosa harus menghindari laktosa sepenuhnya. Sebagian orang masih dapat mengonsumsi susu dalam porsi kecil, terutama bila diminum bersama makanan.

NIDDK menjelaskan bahwa banyak orang dengan intoleransi masih dapat menoleransi sekitar 12 gram laktosa, kurang lebih setara dengan satu cangkir susu, tanpa gejala atau hanya dengan keluhan ringan. Namun, batas toleransi setiap orang tetap berbeda.

Apa Perbedaan Susu Free Laktosa dan Susu Rendah Laktosa?

Susu bebas laktosa dan susu rendah laktosa memiliki tujuan yang serupa, tetapi kadar laktosanya berbeda.

Jenis produkPenjelasan
Susu free laktosaLaktosa telah dihilangkan, dipecah, atau dikurangi hingga sangat rendah
Susu low-lactoseMasih mengandung laktosa, tetapi jumlahnya lebih rendah dibandingkan susu biasa
Susu biasaMengandung laktosa alami sesuai bahan susunya
Minuman nabatiSecara alami tidak mengandung laktosa, tetapi komposisinya berbeda dari susu sapi

Orang dengan toleransi tertentu mungkin masih nyaman mengonsumsi produk rendah laktosa. Sementara itu, orang yang mengalami keluhan setelah jumlah laktosa yang lebih kecil dapat memerlukan produk bebas laktosa.

Pemilihannya sebaiknya tidak hanya berdasarkan klaim pada bagian depan kemasan. Cek jumlah gula, total karbohidrat, bahan utama, protein, lemak, kalsium, dan vitamin per sajian.

Susu Free Laktosa Tidak Sama dengan Susu Bebas Protein Susu Sapi

Intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi sering dianggap sebagai kondisi yang sama karena keduanya dapat menimbulkan keluhan setelah minum susu. Padahal, penyebab dan penanganannya berbeda.

Intoleransi laktosa merupakan masalah pencernaan terhadap gula alami susu. Alergi protein susu terjadi ketika sistem imun bereaksi terhadap protein seperti kasein atau whey.

Susu bebas laktosa yang berasal dari susu sapi masih dapat mengandung protein tersebut. Oleh karena itu, produk bebas laktosa tidak otomatis sesuai bagi orang yang mengalami alergi susu sapi.

Bagian yang DibandingkanIntoleransi LaktosaAlergi Protein Susu
Komponen pemicuLaktosaProtein susu
Sistem yang terlibatPencernaanSistem imun
Keluhan umumKembung, gas, sakit perut, diareRuam, bengkak, muntah, mengi, gangguan pencernaan
Susu bebas laktosaDapat dipertimbangkanBelum tentu sesuai
PenangananMenyesuaikan jumlah laktosaMenghindari protein pemicu sesuai arahan dokter

Jika muncul pembengkakan pada bibir atau wajah, ruam menyeluruh, mengi, gangguan napas, muntah berulang, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.

Apa Saja Tanda Intoleransi Laktosa?

Gejala intoleransi biasanya muncul setelah konsumsi produk yang mengandung laktosa. Keluhannya dapat meliputi:

  • Perut kembung
  • Sering buang gas
  • Bunyi perut
  • Nyeri atau kram
  • Mual
  • BAB cair
  • Diare
  • Rasa ingin segera ke toilet

Tingkat keluhan dipengaruhi jumlah laktosa yang dikonsumsi, jumlah enzim lactase, makanan lain yang dimakan bersama susu, dan kondisi saluran cerna.

Gejala tersebut juga dapat menyerupai infeksi saluran cerna, penyakit celiac, gangguan iritasi usus, atau alergi makanan. Karena itu, jangan langsung menghilangkan seluruh produk susu tanpa evaluasi.

Mom dapat membaca pembahasan yang lebih spesifik melalui:

3 Permasalahan Utama Anak Indonesia (Source: AceKid)
3 Permasalahan Utama Anak Indonesia (Source: AceKid)

Bagaimana Cara Mengetahui Intoleransi Laktosa?

Dokter dapat menilai gejala, pola makan, riwayat kesehatan, dan waktu munculnya keluhan. Dalam beberapa kondisi, dokter dapat menyarankan pengurangan laktosa untuk sementara dan mengamati perubahan gejala.

Pemeriksaan lanjutan dapat menggunakan hydrogen breath test. Tes tersebut mengukur kadar hidrogen pada napas setelah seseorang mengonsumsi laktosa. Kadar yang meningkat dapat menunjukkan bahwa laktosa tidak terserap dengan baik dan difermentasi oleh bakteri di usus besar.

Catatan makanan juga dapat membantu. Mom dapat mencatat:

  • Jenis dan jumlah susu yang diminum
  • Waktu konsumsi
  • Waktu keluhan mulai muncul
  • Bentuk serta frekuensi BAB
  • Makanan lain yang dikonsumsi
  • Obat yang sedang digunakan
  • Kondisi kesehatan sebelum keluhan

Jika gejala tetap muncul meskipun laktosa telah dikurangi, penyebab lain perlu dievaluasi.

Apakah Anak Diare Boleh Minum Susu Bebas Laktosa?

Anak yang diare boleh minum susu bebas laktosa apabila dokter menilai terdapat intoleransi laktosa, dehidrasi berat, atau gejala intoleransi yang memburuk setelah konsumsi laktosa. Namun, susu bebas laktosa tidak diperlukan secara otomatis untuk setiap anak yang diare.

IDAI menjelaskan bahwa pada diare tanpa dehidrasi atau dengan dehidrasi ringan sampai sedang, susu yang biasa dikonsumsi umumnya dapat dilanjutkan. Susu bebas laktosa dapat dipertimbangkan pada dehidrasi berat atau ketika terdapat gejala klinis intoleransi laktosa yang berat.

Diare akibat infeksi dapat merusak sementara permukaan usus yang memproduksi enzim lactase. Akibatnya, sebagian anak mengalami intoleransi laktosa sekunder. Kondisi ini biasanya membaik setelah saluran cerna pulih.

Saat anak diare, hal yang lebih penting adalah:

  • Menjaga kecukupan cairan
  • Memberikan oralit sesuai arahan
  • Melanjutkan makanan sesuai toleransi
  • Mengamati frekuensi dan bentuk BAB
  • Memperhatikan tanda dehidrasi
  • Tidak memberikan obat antidiare tanpa arahan
  • Berkonsultasi sebelum mengganti susu

IDAI juga menegaskan bahwa ASI tetap perlu dilanjutkan selama diare. Laktosa yang terdapat dalam ASI bukan alasan untuk menghentikan pemberian ASI.

Baca lebih lanjut: Susu Anak dan Diare, Hal yang Perlu Dipahami Mom

Segera bawa anak ke dokter jika diare disertai muntah berulang, darah pada feses, demam, sangat haus, sulit makan dan minum, buang air kecil berkurang, mata cekung, lemas, atau tidak membaik.

Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Susu Bebas Laktosa?

Ibu hamil boleh minum susu bebas laktosa, terutama jika mengalami intoleransi laktosa. Produk yang dipilih perlu telah melalui pasteurisasi serta memiliki komposisi dan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.

Kehamilan meningkatkan perhatian terhadap kecukupan kalsium, vitamin D, protein, iodium, vitamin B12, dan nutrisi lainnya. ACOG menyebutkan bahwa kebutuhan kalsium selama kehamilan adalah sekitar 1.000 miligram per hari untuk usia 19 sampai 50 tahun dan 1.300 miligram untuk usia 14 sampai 18 tahun. Susu dan produk olahannya dapat menjadi salah satu sumber kalsium. (ACOG)

Saat memilih susu free laktosa untuk ibu hamil, perhatikan:

  1. Pastikan produk dipasteurisasi.
  2. Cek jumlah protein dan kalsium.
  3. Perhatikan vitamin D dan vitamin B12.
  4. Cek jumlah gula tambahan.
  5. Bandingkan total karbohidrat.
  6. Perhatikan kadar lemak sesuai kebutuhan.
  7. Cek informasi alergen.
  8. Sesuaikan dengan kondisi kesehatan dan saran dokter.

NHS menyatakan bahwa susu dan produk susu yang dipasteurisasi aman dikonsumsi selama kehamilan. Sebaliknya, susu yang tidak dipasteurisasi perlu dihindari karena dapat membawa bakteri Listeria yang berbahaya bagi kehamilan.

Susu bebas laktosa tidak wajib dikonsumsi oleh seluruh ibu hamil. Apabila tubuh dapat mencerna laktosa tanpa keluhan, susu biasa yang dipasteurisasi juga dapat menjadi bagian dari pola makan.

Apakah Susu Free Laktosa Lebih Sehat daripada Susu Biasa?

Susu bebas laktosa tidak otomatis lebih sehat daripada susu biasa. Produk ini lebih sesuai bagi orang yang kesulitan mencerna laktosa.

Apabila seseorang tidak mengalami intoleransi, tubuh umumnya dapat mencerna susu biasa. Mengonsumsi produk bebas laktosa tetap diperbolehkan, tetapi belum tentu memberikan manfaat pencernaan tambahan.

Penilaian kesehatan produk perlu melihat:

  • Protein
  • Lemak
  • Total karbohidrat
  • Gula
  • Kalsium
  • Vitamin D
  • Bahan utama
  • Bahan tambahan
  • Porsi
  • Usia pengguna
  • Kondisi kesehatan

Produk bebas laktosa juga belum tentu bebas sukrosa atau pemanis lain. Karena itu, kata lactose-free tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pemilihan.

Apakah Susu Free Laktosa Memiliki Kandungan Gula?

Susu bebas laktosa masih dapat memiliki angka gula. Pada produk tertentu, laktosa dipecah menjadi glukosa dan galaktosa. Kedua gula tersebut tetap tercatat sebagai bagian dari karbohidrat dan dapat memberikan rasa lebih manis.

Selain itu, produsen dapat menggunakan bahan lain selama bahan tersebut tercantum pada komposisi. Mom perlu mengecek ada atau tidaknya sukrosa, sirup jagung, maltodekstrin, vanillin, dan perisa.

Cek komposisi untuk melihat ada atau tidaknya tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, vanillin, perisa sintetik, atau hidden sugar lainnya.

Baca lebih lanjut:

Susu Free Laktosa dan Minuman Nabati Tidak Sama

Susu bebas laktosa yang dibuat dari susu sapi masih merupakan produk susu. Minuman kedelai, oat, almond, atau beras berasal dari tumbuhan dan secara alami tidak memiliki laktosa.

Perbedaan sumber tersebut membuat kandungan proteinnya tidak selalu sama. Beberapa minuman nabati mengandung protein lebih rendah, sedangkan sebagian lainnya telah difortifikasi dengan kalsium dan vitamin D.

Saat membandingkan, cek:

  • Sumber bahan utama
  • Protein per sajian
  • Kalsium
  • Vitamin D
  • Lemak
  • Gula tambahan
  • Bahan pengental
  • Perisa
  • Informasi alergen

Untuk anak, jangan mengganti susu dengan minuman nabati hanya karena produk tersebut tidak mengandung laktosa. Kesesuaian usia dan kecukupan nutrisinya perlu diperhatikan bersama dokter atau ahli gizi.

Perbandingan Kompetitor (Source: AceKid)
Perbandingan Kompetitor (Source: AceKid)

Cara Membaca Label Susu Free Laktosa

1. Cek bunyi klaim

Perhatikan apakah produk mencantumkan:

  • Lactose-free
  • Bebas laktosa
  • Low-lactose
  • Rendah laktosa
  • Lactose-reduced

Istilah tersebut dapat menunjukkan kadar laktosa yang berbeda.

2. Periksa bahan utama

Susu bebas laktosa dapat tetap mencantumkan susu sapi, susu bubuk, kasein, atau protein whey. Informasi ini sangat penting bagi orang dengan alergi protein susu.

3. Cek sumber karbohidrat

Setelah laktosa dikurangi, suatu produk mungkin menggunakan sumber karbohidrat lain. Cek glukosa, sukrosa, sirup, maltodekstrin, atau bahan lain yang tercantum.

4. Bandingkan Informasi Nilai Gizi

Bandingkan produk berdasarkan takaran saji yang sama. Lihat protein, lemak, karbohidrat, gula, kalsium, dan vitamin.

5. Pastikan sesuai usia

Susu untuk orang dewasa tidak otomatis sesuai bagi anak. Untuk anak di atas 12 bulan, gunakan produk yang memang ditujukan bagi tahap usia tersebut.

6. Cek aturan penyajian dan penyimpanan

Gunakan takaran, suhu air, serta cara penyimpanan yang tercantum pada kemasan. Penyajian yang terlalu pekat atau terlalu encer membuat kandungan per sajian berbeda dari petunjuk.

Baca lebih lanjut: Cara Cek Komposisi Susu Anak Lebih Teliti

56 persen Anak tidak cocok dengan susu formula (Source: AceKid)
56 persen Anak tidak cocok dengan susu formula (Source: AceKid)

Hasil Riset AceKid tentang Keluhan saat Mencoba Susu

Berdasarkan FGD internal AceKid terhadap 1.300 Mom, sebanyak 56 persen responden mengatakan pernah mengalami kendala ketika mencoba susu. Temuan tersebut tidak berarti seluruh responden mengalami intoleransi laktosa, tetapi memperlihatkan bahwa kecocokan dan kenyamanan pencernaan menjadi perhatian saat memilih produk.

Dalam riset yang sama, masalah pencernaan seperti sembelit atau mencret menjadi alasan pergantian merek sebesar 34 persen. Rekomendasi dokter atau teman menjadi alasan sebesar 22 persen, sedangkan alergi sebesar 11 persen.

Data tersebut merupakan gambaran responden FGD AceKid dan bukan representasi seluruh keluarga Indonesia. Hasilnya juga tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis intoleransi laktosa.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa sembelit, diare, alergi, dan intoleransi laktosa merupakan kondisi yang berbeda. Mom perlu melihat pola keluhan, komposisi, pola makan, dan kondisi anak sebelum mengambil keputusan.

Posisi AceKid dalam Pembahasan Susu Free Laktosa

AceKid tidak diposisikan atau diklaim sebagai susu bebas laktosa. AceKid menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan utama, sehingga produknya secara alami dapat mengandung laktosa.

AceKid memiliki sumber susu yang dapat ditelusuri dan menggunakan proses one-step fresh, yaitu alur yang lebih ringkas dari susu segar menjadi susu bubuk. Informasi tersebut membantu Mom memahami perjalanan bahan utama, tetapi tidak menunjukkan bahwa produknya bebas laktosa.

Baca lebih lanjut:

AceKid diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Klaim tersebut tidak sama dengan bebas laktosa karena laktosa merupakan gula alami dari susu.

Untuk penyajian, fitur flash dissolution membantu susu lebih cepat larut dengan sedikit adukan sesuai petunjuk. Fitur tersebut berkaitan dengan pengalaman menyiapkan susu dan bukan klaim untuk mengatasi intoleransi laktosa atau diare.

Apabila si kecil diduga mengalami intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, atau keluhan pencernaan berulang, Mom perlu berkonsultasi dengan DSA atau tenaga kesehatan sebelum memilih maupun mengganti susu.

Lebih Teliti Memilih Susu Berdasarkan Kebutuhan

Susu free laktosa dapat membantu ketika laktosa memang menjadi pemicu keluhan. Namun, kata bebas laktosa pada kemasan tidak menjelaskan seluruh kandungan produk.

Mulailah dengan memahami gejala, kemudian cek bahan utama, protein susu, sumber karbohidrat, gula tambahan, Informasi Nilai Gizi, tahap usia, dan aturan penyajiannya.

Untuk anak yang diare, jangan langsung mengganti susu tanpa menilai kondisi cairan, pola BAB, penyebab diare, dan tanda dehidrasi. Untuk ibu hamil, pastikan produk dipasteurisasi serta mampu melengkapi kebutuhan protein, kalsium, vitamin D, dan nutrisi lainnya.

Dengan langkah tersebut, susu bebas laktosa dapat digunakan sesuai fungsinya, bukan dianggap sebagai pilihan yang otomatis lebih baik bagi semua orang.

FAQ

Susu bebas laktosa fungsinya apa?

Susu bebas laktosa berfungsi mengurangi jumlah laktosa yang harus dicerna tubuh. Produk ini dapat membantu orang dengan intoleransi laktosa mengurangi risiko kembung, gas, sakit perut, atau diare setelah minum susu.

Susu tersebut biasanya tetap mengandung protein, lemak, kalsium, vitamin, dan mineral. Namun, kandungan setiap produk tetap perlu diperiksa melalui Informasi Nilai Gizi.

Apakah anak diare boleh minum susu bebas laktosa?

Anak yang diare boleh minum susu bebas laktosa jika dokter menilai terdapat dehidrasi berat atau gejala intoleransi laktosa yang berat. Namun, tidak setiap diare membutuhkan penggantian susu.

Pada diare tanpa dehidrasi atau dehidrasi ringan sampai sedang, susu yang biasa dikonsumsi umumnya dapat dilanjutkan. Prioritaskan kecukupan cairan dan segera konsultasikan jika anak lemas, sulit minum, muntah berulang, mengalami demam, BAB berdarah, atau menunjukkan tanda dehidrasi.

Apakah ibu hamil boleh minum susu bebas laktosa?

Ibu hamil boleh minum susu bebas laktosa selama produknya telah dipasteurisasi dan sesuai kebutuhan nutrisinya. Produk ini dapat dipertimbangkan apabila ibu mengalami intoleransi laktosa.

Cek kandungan protein, kalsium, vitamin D, vitamin B12, gula tambahan, dan lemak. Hindari susu yang tidak dipasteurisasi selama kehamilan dan konsultasikan dengan dokter apabila terdapat diabetes gestasional, alergi susu, atau kondisi kesehatan tertentu.

Is this article helpful to you??