Susu Bubuk: Jenis, Kandungan, Perbedaan, dan Cara Memilihnya
Kenali jenis susu bubuk, proses pembuatannya, kandungan nutrisi, perbedaannya dengan susu UHT, kelarutan, penyimpanan, dan cara memilihnya.
8/6/2026
AceKid

Susu bubuk menjadi salah satu produk susu yang banyak digunakan karena praktis disimpan, mudah disiapkan, dan tersedia untuk berbagai kelompok usia. Ada susu bubuk full cream, susu rendah lemak, susu pertumbuhan anak, susu bubuk dewasa, hingga produk yang diformulasikan untuk kebutuhan nutrisi tertentu.
Meski sama-sama berbentuk bubuk, komposisi setiap produk dapat berbeda. Ada produk yang bahan utamanya berasal dari susu segar, ada yang menggunakan susu bubuk sebagai bahan formulasi, serta ada pula yang ditambahkan karbohidrat, vitamin, mineral, DHA, kolin, inulin, atau nutrisi lainnya.
Perbedaan tersebut membuat Mom tidak cukup hanya melihat kata “susu bubuk” pada bagian depan kemasan. Mom perlu mengecek jenis susu, bahan utama, kandungan protein dan lemak, gula tambahan, Informasi Nilai Gizi, tahap usia, aturan penyajian, serta kelarutannya.
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Artikel ini tidak membahas atau merekomendasikan produk susu untuk usia 0 sampai 12 bulan. Pembahasan susu pertumbuhan ditujukan untuk anak di atas 12 bulan dan perlu disesuaikan dengan usia, pola makan, kebutuhan nutrisi, serta kondisi si kecil.
Key Points
- Susu bubuk dibuat dengan mengurangi sebagian besar kandungan air dari susu.
- Proses pembuatannya umumnya melibatkan pasteurisasi, pemekatan, dan spray drying.
- Susu bubuk full cream mempertahankan kandungan lemak susu lebih tinggi daripada susu bubuk rendah lemak atau skim.
- Susu bubuk tidak selalu sama dengan susu pertumbuhan atau susu formula.
- Susu bubuk dan susu cair dapat memberikan nutrisi, tetapi bentuk, proses, masa simpan, dan penyajiannya berbeda.
- Kandungan protein, kalsium, vitamin D, gula, dan lemak perlu dibandingkan berdasarkan takaran saji yang sama.
- Produk untuk diet, diabetes, massa otot, atau penambahan berat badan memiliki komposisi dan tujuan berbeda.
- Intoleransi laktosa berbeda dari alergi protein susu sapi.
- Takaran bubuk dan air harus mengikuti petunjuk pada kemasan.
- Flash dissolution AceKid membantu susu lebih cepat dan mudah larut tanpa gumpalan sesuai aturan penyajian.
Apa yang Dimaksud dengan Susu Bubuk?
Susu bubuk adalah produk susu yang diperoleh dengan mengurangi sebagian besar kandungan air dari susu atau krim. Codex Alimentarius menjelaskan bahwa susu bubuk dapat dibuat melalui penghilangan sebagian air dari susu atau krim, dengan penyesuaian lemak atau protein tertentu sesuai standar komposisinya.
Pengurangan air membuat susu berubah dari cair menjadi bubuk dengan kadar air yang lebih rendah. Bentuk ini membantu memperpanjang masa simpan produk sebelum dibuka, mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan, serta memudahkan distribusi.
Dalam bahasa Inggris, susu bubuk dapat disebut milk powder, powdered milk, atau dried milk. Namun, susu bubuk tidak selalu sama dengan susu pertumbuhan. Istilah susu bubuk menjelaskan bentuk produk, sedangkan susu pertumbuhan menjelaskan kategori dan tujuan formulasi berdasarkan tahap usia.
Produk susu bubuk juga tidak selalu diminum langsung. Susu bubuk full cream sering digunakan sebagai bahan untuk membuat roti, kue, es krim, saus, minuman, dan makanan lainnya. Sementara itu, susu pertumbuhan berbentuk bubuk diformulasikan agar disiapkan sesuai takaran air dan bubuk pada kemasan.
Bagaimana Proses Pembuatan Susu Bubuk?
Proses dapat berbeda pada setiap produsen, tetapi pembuatan susu bubuk umumnya melalui beberapa tahap yang saling berkaitan.
1. Penerimaan dan pemeriksaan susu
Susu dari peternakan diterima dan diperiksa untuk melihat kualitas, keamanan, kandungan lemak, protein, serta kesesuaiannya dengan standar produksi.
Suhu dan kebersihan selama perjalanan dari pemerahan menuju fasilitas produksi perlu dikendalikan. Bahan yang diterima kemudian dapat disaring sebelum masuk ke proses berikutnya.
2. Standardisasi
Standardisasi dilakukan untuk menyesuaikan kadar lemak atau padatan susu berdasarkan jenis produk yang akan dibuat.
Susu bubuk full cream, susu rendah lemak, dan susu skim memiliki kadar lemak berbeda. Karena itu, bahan yang sama dapat menghasilkan kategori produk berbeda setelah melalui penyesuaian.
3. Pasteurisasi
Susu dipanaskan dengan suhu dan waktu yang dikendalikan untuk mengurangi mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit atau mempercepat kerusakan.
Pasteurisasi merupakan bagian dari keamanan pangan. Proses ini tidak berarti susu kehilangan seluruh kandungan nutrisinya.
4. Pemekatan
Sebagian air pada susu dihilangkan melalui proses evaporasi sehingga susu menjadi lebih pekat. Tahap ini membantu mengurangi jumlah air yang perlu diuapkan dalam proses pengeringan.
5. Pengeringan semprot
Pada proses spray drying, susu pekat disemprotkan menjadi tetesan kecil di dalam ruang berisi udara panas. Air menguap dengan cepat dan menyisakan partikel susu berbentuk bubuk.
Suhu, tekanan, ukuran partikel, dan kadar air perlu dikendalikan karena semuanya dapat memengaruhi stabilitas, kelarutan, serta karakter akhir susu bubuk. Penelitian yang dihimpun FAO menunjukkan bahwa kelembapan tinggi selama penyimpanan dapat meningkatkan penggumpalan dan menurunkan kelarutan bubuk.
6. Pembentukan karakter bubuk
Sebagian produsen menerapkan proses tambahan untuk membantu partikel lebih mudah dibasahi dan dilarutkan. Tahapan ini dapat meliputi penggabungan partikel menjadi ukuran tertentu atau pengaturan permukaan bubuk.
Kemampuan larut tidak hanya ditentukan oleh satu bahan. Struktur partikel, kadar lemak, kelembapan, suhu air, takaran, serta cara mengaduk ikut memengaruhinya.
7. Pengemasan
Susu bubuk perlu dikemas dalam wadah yang membantu melindunginya dari udara, kelembapan, cahaya, dan kontaminasi.
Setelah kemasan dibuka, bubuk tetap dapat menyerap kelembapan dari lingkungan. Karena itu, wadah harus segera ditutup kembali dan sendok yang digunakan perlu bersih serta kering.
Baca juga: Dari Susu Segar ke Susu Pertumbuhan AceKid

Apa Saja Jenis Susu Bubuk?
Jenis susu bubuk dapat dibedakan berdasarkan kadar lemak, bahan utama, kelompok usia, dan tujuan penggunaannya.
Susu bubuk full cream
Susu bubuk full cream atau susu full cream bubuk dibuat dengan mempertahankan kadar lemak susu yang relatif tinggi. Produk ini biasanya memiliki rasa lebih gurih, tekstur lebih lembut, dan energi lebih tinggi daripada susu bubuk rendah lemak.
Codex menyebut whole milk powder dapat pula disebut full cream milk powder. Standarnya memiliki kadar lemak susu minimal 26 persen dan kurang dari 42 persen berdasarkan berat produk.
Kandungan lemak tersebut membuat susu bubuk full cream sering digunakan sebagai minuman, bahan masakan, serta tambahan untuk produk roti dan makanan penutup. Namun, kandungan lemak setiap produk tetap perlu diperiksa pada Informasi Nilai Gizi.
Susu bubuk rendah lemak
Susu bubuk rendah lemak dibuat dengan mengurangi sebagian kandungan lemak susu. Produk ini dapat dipilih oleh orang yang perlu mengatur total energi atau lemak jenuh dalam pola makan.
Namun, tulisan rendah lemak tidak otomatis berarti rendah gula. Laktosa dan karbohidrat lain tetap dapat terdapat di dalam produk.
Susu bubuk skim
Susu bubuk skim memiliki kandungan lemak yang sangat rendah. Berdasarkan standar Codex, skimmed milk powder memiliki kadar lemak susu maksimal 1,5 persen.
Produk ini dapat digunakan sebagai minuman atau bahan makanan yang membutuhkan protein dan padatan susu tanpa banyak lemak. Namun, produk rendah lemak tidak selalu menjadi pilihan yang sesuai bagi anak kecil yang masih memerlukan energi dan lemak dalam pola makannya.
Susu bubuk pertumbuhan
Susu pertumbuhan umumnya diformulasikan untuk anak di atas 12 bulan sesuai tahap usia. Selain bahan berbasis susu, produk dapat dilengkapi protein, vitamin, mineral, DHA, AA, kolin, GOS, atau kandungan pendukung lainnya.
Komposisinya tidak sama antara satu produk dan produk lainnya. Mom perlu memeriksa bahan utama, jumlah nutrisi per sajian, serta kesesuaian usia.
Baca juga: Perbedaan Susu Pertumbuhan Anak, Tidak Semua Sama
Susu bubuk dewasa
Susu bubuk dewasa dapat diformulasikan untuk kebutuhan umum, aktivitas, kesehatan tulang, pengelolaan berat badan, atau kebutuhan nutrisi tertentu.
Sebagian produk menonjolkan protein tinggi, kalsium, magnesium, vitamin D, collagen, atau vitamin C. Produk lain dapat memiliki tambahan inulin, serat, atau karbohidrat dengan karakter tertentu.
Kandungan tersebut perlu dinilai berdasarkan tujuan penggunaan. Susu dewasa tidak otomatis sesuai bagi anak karena kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineralnya berbeda.
Susu bubuk untuk kebutuhan medis
Produk tertentu dirancang untuk orang dengan diabetes, kesulitan memenuhi kebutuhan energi, gangguan makan, atau kondisi medis lainnya.
Produk ini tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan iklan atau pengalaman orang lain. Kondisi medis memerlukan penilaian dokter atau ahli gizi agar jumlah energi, protein, lemak, dan karbohidratnya sesuai.
Bubuk berbahan kedelai
Produk bubuk berbahan kedelai berasal dari bahan tumbuhan dan bukan susu sapi bubuk. Kandungan protein, lemak, karbohidrat, kalsium, serta vitamin D dapat berbeda.
Sebagian produk difortifikasi dengan vitamin dan mineral, sedangkan produk lain mungkin mengandung gula tambahan atau perisa. Informasi alergen kedelai juga perlu diperhatikan.
Apa Perbedaan Susu Bubuk Full Cream dan Susu Rendah Lemak?
Perbedaan utama berada pada kandungan lemak dan energi. Susu bubuk full cream mempertahankan lebih banyak lemak susu, sedangkan produk rendah lemak telah melalui pengurangan sebagian lemak.
| Bagian yang Dicek | Susu Bubuk Full Cream | Susu Bubuk Rendah Lemak |
| Kandungan lemak | Lebih tinggi | Lebih rendah |
| Energi per sajian | Umumnya lebih tinggi | Umumnya lebih rendah |
| Tekstur | Lebih lembut dan creamy | Cenderung lebih ringan |
| Penggunaan | Minuman, masakan, kue, tambahan energi | Pengaturan lemak atau energi |
| Kandungan gula | Tetap perlu dicek | Belum tentu lebih rendah |
| Kesesuaian | Bergantung pada usia dan kebutuhan | Bergantung pada usia dan kebutuhan |
Lemak susu mengandung lemak jenuh. WHO menyarankan pola makan yang seimbang, beragam, dan moderat serta membatasi konsumsi lemak jenuh dalam keseluruhan asupan harian.
Namun, bukan berarti setiap orang harus menghindari susu bubuk full cream. Anak, orang dewasa aktif, serta orang yang membutuhkan tambahan energi dapat memiliki kebutuhan berbeda dari seseorang yang sedang mengatur berat badan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Apa Beda Susu UHT dan Susu Bubuk?
Susu UHT dan susu bubuk dapat berasal dari susu sapi, tetapi bentuk, proses, penyimpanan, dan cara penyajiannya berbeda.
Susu UHT dipanaskan pada suhu sangat tinggi dalam waktu singkat, lalu dikemas secara aseptik. Produk siap diminum dan dapat disimpan pada suhu ruang sebelum dibuka sesuai petunjuk kemasan.
Susu bubuk melalui pengurangan sebagian besar kandungan air hingga berbentuk bubuk. Produk perlu dilarutkan kembali jika akan digunakan sebagai minuman.
Perbedaan utamanya meliputi:
- Susu UHT berbentuk cair, sedangkan susu bubuk berbentuk kering.
- Susu UHT siap diminum, sedangkan susu bubuk memerlukan air dan takaran yang tepat.
- Susu bubuk yang belum dibuka umumnya lebih ringan dan praktis didistribusikan.
- Susu UHT tidak memiliki risiko kesalahan pengenceran.
- Susu bubuk memberi fleksibilitas penyajian, tetapi harus disiapkan sesuai petunjuk.
- Kandungan nutrisi tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan bentuk produknya.
Tidak ada jenis yang otomatis lebih baik. Susu UHT dan susu bubuk perlu dibandingkan berdasarkan bahan utama, komposisi, jumlah nutrisi, usia pengguna, dan tujuan konsumsi.
Kandungan Nutrisi Apa yang Terdapat dalam Susu Bubuk?
Komposisi susu bubuk sangat bergantung pada jenis dan formulasinya. Informasi Nilai Gizi pada kemasan menjadi rujukan utama untuk mengetahui jumlah kandungan per sajian.
Protein
Protein susu umumnya terdiri dari kasein dan protein whey. Protein menyediakan asam amino untuk membentuk serta mempertahankan jaringan dan massa otot.
Produk berlabel protein tinggi belum tentu dibutuhkan oleh semua orang. Untuk mendukung massa otot, asupan protein perlu disertai olahraga atau latihan yang sesuai serta kecukupan energi.
Kalsium, fosfor, dan magnesium
Kalsium merupakan bagian utama dari struktur tulang dan gigi. Fosfor bekerja bersama kalsium, sedangkan magnesium terlibat dalam fungsi otot, saraf, dan berbagai proses tubuh.
Vitamin D membantu penyerapan kalsium di saluran cerna. Karena itu, Mom sebaiknya tidak hanya mencari angka kalsium tertinggi, tetapi juga melihat vitamin D dan keseluruhan pola makan.
Lemak
Lemak menyediakan energi dan membantu membentuk rasa serta tekstur. Jumlahnya lebih tinggi pada susu bubuk full cream dibandingkan susu rendah lemak atau skim.
Pilihan kadar lemak perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan energi, aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Karbohidrat dan gula
Susu sapi secara alami mengandung laktosa. Produk tertentu juga dapat memiliki tambahan sukrosa, sirup jagung, maltodekstrin, atau sumber karbohidrat lainnya.
Cek komposisi untuk melihat ada atau tidaknya tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, vanillin, perisa sintetik, atau hidden sugar lainnya.
Angka gula pada Informasi Nilai Gizi tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh gula berasal dari tambahan sukrosa. Mom perlu membaca daftar komposisi untuk mengetahui sumbernya.
Baca juga:
- Cara Membaca Kandungan Gula Susu Pertumbuhan
- Apa Itu Sukrosa dalam Susu Pertumbuhan?
- Cara Memahami Maltodekstrin dalam Susu Anak
Vitamin dan mineral
Produk susu bubuk dapat mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin D, vitamin C, zat besi, zinc, kalsium, magnesium, fosfor, dan mineral lainnya.
Sebagian kandungan berasal dari bahan susu, sedangkan sebagian dapat ditambahkan melalui fortifikasi. Karena itu, jumlah vitamin dan mineral antarproduk tidak selalu sama.
DHA dan kolin
Susu pertumbuhan tertentu dapat memiliki DHA dan kolin sebagai bagian dari nutrisi pendukung perkembangan anak.
Kandungan tersebut perlu dilihat bersama pola makan, usia, dan nutrisi lain. Keberadaannya bukan jaminan satu produk pasti paling sesuai untuk semua anak.
Inulin dan komponen serat
Inulin merupakan salah satu jenis serat yang dapat ditambahkan pada produk tertentu. Karena susu sapi secara alami tidak mengandung serat pangan, keberadaan serat biasanya berasal dari bahan tambahan dalam formulasi.
Mom perlu melihat jumlahnya dan mengamati respons tubuh. Penambahan serat secara mendadak dapat menimbulkan gas atau kembung pada sebagian orang.
Kolagen dan vitamin C
Beberapa susu bubuk dewasa menggunakan tambahan collagen dan vitamin C. Kandungan ini sering diposisikan untuk mendukung jaringan tubuh, tetapi tidak menjadi pengganti asupan protein, aktivitas fisik, atau pola makan seimbang.
Bagaimana Memilih Susu Bubuk untuk Kebutuhan Tertentu?
Susu bubuk untuk diet
Untuk diet atau pengaturan berat badan, jangan hanya mencari tulisan rendah lemak. Periksa energi, jumlah sajian, gula tambahan, total karbohidrat, protein, dan pengaruh produk terhadap pola makan.
Susu rendah lemak dapat membantu mengurangi asupan lemak, tetapi produk rendah lemak belum tentu rendah kalori jika memiliki banyak gula atau karbohidrat tambahan.
Susu bubuk untuk menambah berat badan
Susu bubuk full cream atau produk dengan energi lebih tinggi dapat membantu melengkapi asupan ketika kebutuhan energi belum terpenuhi.
Namun, susu penambah berat badan tidak bekerja sendiri. Makanan utama, protein, lemak, jadwal makan, kondisi pencernaan, dan kesehatan tetap perlu diperhatikan.
Untuk anak, tujuan seharusnya membantu pertumbuhan mengikuti kurva, bukan membuat si kecil cepat gemuk.
Susu bubuk untuk massa otot
Produk protein tinggi dapat membantu melengkapi protein harian, tetapi pembentukan massa otot tetap memerlukan latihan, energi yang cukup, dan pemulihan.
Orang dengan gangguan ginjal atau kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi sebelum menggunakan produk protein tinggi.
Susu bubuk untuk diabetes
Orang dengan diabetes tidak cukup hanya memilih produk bertuliskan tanpa gula. American Diabetes Association menganjurkan pembacaan ukuran sajian, total karbohidrat, gula tambahan, protein, dan lemak pada label karena seluruh karbohidrat dapat memengaruhi pengelolaan kadar gula darah.
Perhatikan:
- Total karbohidrat per sajian.
- Gula alami dan gula tambahan.
- Ukuran sajian.
- Jumlah kalori.
- Lemak jenuh.
- Kandungan protein.
- Serat atau inulin.
- Obat dan pola makan yang sedang dijalani.
Pemilihan produk untuk diabetes sebaiknya disesuaikan bersama dokter atau ahli gizi.

Apakah Susu Bubuk Dapat Menyebabkan Kembung atau Diare?
Susu bubuk berbahan susu sapi umumnya tetap mengandung laktosa, kecuali produk dinyatakan bebas laktosa. Pada orang dengan intoleransi laktosa, konsumsi dapat memicu kembung, gas, nyeri perut, mual, atau diare.
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kesulitan mencerna gula alami susu. Kondisi ini berbeda dari alergi susu, yang melibatkan respons sistem imun terhadap protein susu.
Keluhan pencernaan juga dapat dipengaruhi oleh:
- Takaran susu terlalu pekat.
- Jumlah konsumsi terlalu banyak.
- Perubahan produk secara mendadak.
- Penyajian yang tidak higienis.
- Infeksi saluran cerna.
- Alergi.
- Pola makan rendah serat.
- Kondisi pencernaan lainnya.
Mom tidak sebaiknya menyimpulkan seluruh kembung atau diare disebabkan susu. Keluhan yang terus berulang perlu diperiksa oleh dokter atau tenaga kesehatan.
Baca juga:
- Memahami Komposisi Susu untuk Pencernaan Anak
- Anak Mudah Kembung dan Komposisi Susu Pertumbuhan
- Susu Anak dan Diare, Panduan untuk Mom
Mengapa Kelarutan Susu Bubuk Perlu Diperhatikan?
Kelarutan berhubungan dengan pengalaman menyiapkan susu. Bubuk perlu terbasahi, tenggelam, terurai, dan tercampur merata dengan air.
Kelarutan dapat dipengaruhi oleh:
- Ukuran dan struktur partikel.
- Kandungan lemak.
- Kadar kelembapan bubuk.
- Suhu air.
- Jumlah air.
- Takaran bubuk.
- Cara mengaduk.
- Penyimpanan setelah kemasan dibuka.
Susu yang menggumpal tidak dapat langsung dianggap memiliki kualitas nutrisi rendah atau sulit dicerna. Mom perlu memeriksa suhu air, takaran, kelembapan bubuk, dan petunjuk penyajiannya terlebih dahulu.
Flash Dissolution AceKid
AceKid menggunakan teknologi flash dissolution yang dirancang agar susu lebih cepat dan mudah larut dalam air tanpa meninggalkan gumpalan, sesuai aturan penyajian pada kemasan. Teknologi tersebut berkaitan dengan pengalaman menyiapkan susu, bukan klaim kesehatan atau jaminan bahwa produk dapat mengatasi gangguan pencernaan.
Mom tetap perlu mengikuti:
- Jumlah sendok takar.
- Volume air.
- Suhu air.
- Cara mengaduk.
- Petunjuk penyajian pada kemasan.
Baca lebih lanjut:
Cara Menyiapkan Susu Bubuk dengan Tepat
Takaran penyajian menentukan jumlah energi dan nutrisi yang diterima dalam satu gelas. Karena itu, susu tidak boleh dibuat lebih pekat atau lebih encer dari petunjuk tanpa arahan tenaga kesehatan.
Gunakan langkah berikut:
- Cuci tangan sebelum menyiapkan susu.
- Gunakan gelas dan sendok yang bersih.
- Siapkan air sesuai petunjuk pada kemasan.
- Ukur volume air terlebih dahulu.
- Tambahkan bubuk menggunakan sendok takar yang tersedia.
- Gunakan takaran yang rata, bukan menggunung.
- Aduk sesuai petunjuk sampai tercampur.
- Sajikan segera setelah disiapkan.
- Jangan memasukkan kembali sisa susu ke kemasan.
- Jangan menyimpan minuman yang telah terkontaminasi dari gelas minum.
Menambah bubuk tidak dianjurkan sebagai cara untuk menaikkan kalori. Tindakan tersebut mengubah konsentrasi protein, mineral, karbohidrat, dan zat terlarut dalam satu sajian.
Cara Menyimpan Susu Bubuk setelah Dibuka
Susu bubuk perlu dijaga dari kelembapan, udara, panas, dan kontaminasi.
Setelah digunakan, tutup kemasan dengan rapat dan simpan di tempat yang kering serta sejuk. Hindari meletakkannya di dekat kompor, wastafel, atau area yang terkena sinar matahari langsung.
Gunakan sendok yang bersih dan kering. Sendok basah dapat membawa air ke dalam kemasan, memicu penggumpalan, serta menurunkan stabilitas produk.
Perhatikan juga:
- Tanggal kedaluwarsa.
- Batas penggunaan setelah dibuka.
- Perubahan aroma.
- Perubahan warna.
- Gumpalan akibat kelembapan.
- Kerusakan segel atau kemasan.
Jangan menggunakan produk apabila aromanya berubah, terkena air, terdapat serangga, atau kemasannya rusak. Batas penggunaan setelah dibuka dapat berbeda pada setiap produk sehingga petunjuk produsen tetap menjadi acuan utama.
Value AceKid dalam Pembahasan Susu Bubuk
AceKid merupakan susu pertumbuhan berbentuk bubuk untuk anak di atas 12 bulan. AceKid menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan utama, bukan sekadar mencampurkan susu bubuk yang sudah lama disimpan ke dalam formulasi akhir.
Susu AceKid berasal dari sapi yang diternakkan sendiri dengan perawatan intensif dan terkontrol, sehingga sumber bahan utamanya lebih jelas dan dapat ditelusuri melalui 47° N Golden Milk Source. Susu segar dikirim menuju fasilitas produksi sekitar dua jam setelah pemerahan.
Baca lebih lanjut:
Susu segar tersebut diproses melalui one-step fresh, yaitu alur yang lebih ringkas dari susu segar menjadi susu bubuk. Proses tersebut membantu Mom memahami perjalanan bahan utama, tetapi tidak menjadi jaminan bahwa produk pasti cocok untuk setiap anak.
Baca lebih lanjut: Memahami One-Step Fresh pada Susu AceKid
AceKid juga diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Karena bahan utamanya berasal dari susu, produk tetap dapat memiliki laktosa sebagai gula alami.
Untuk kebutuhan nutrisi, AceKid Care mengandung GOS, DHA, AA, kolin, 14 vitamin, dan 10 mineral. AceKid Plus dilengkapi nukleotida, OPN, HMO alami dari susu, GOS, α-laktalbumin, protein terhidrolisis, DHA, AA, serta kolin.
Sementara itu, teknologi flash dissolution membantu bubuk lebih cepat dan mudah larut tanpa gumpalan sesuai petunjuk penyajian. Mom dapat menilai susu secara lebih menyeluruh dari bahan utama, sumber susu, komposisi, nutrisi, proses, sampai pengalaman penyajiannya.
Checklist Memilih Susu Bubuk
Sebelum menentukan pilihan, Mom dapat menggunakan panduan berikut:
- Pastikan produk sesuai usia pengguna.
- Kenali apakah produk merupakan full cream, rendah lemak, skim, susu pertumbuhan, atau nutrisi khusus.
- Cek bahan pertama pada daftar komposisi.
- Bandingkan energi dan protein per sajian.
- Perhatikan kandungan lemak dan lemak jenuh.
- Cek jumlah karbohidrat dan gula.
- Cari ada atau tidaknya gula tambahan.
- Periksa kalsium, vitamin D, fosfor, magnesium, serta vitamin dan mineral lainnya.
- Cek informasi alergen.
- Pastikan produk memiliki izin edar BPOM.
- Perhatikan cara penyimpanan dan batas penggunaan setelah dibuka.
- Ikuti takaran air dan bubuk.
- Pertimbangkan kelarutan produk.
- Amati respons tubuh setelah konsumsi.
- Konsultasikan kondisi khusus dengan dokter atau ahli gizi.
Lebih Teliti Memahami Susu Bubuk bersama AceKid
Susu bubuk tidak dapat dinilai hanya dari rasa, bentuk kemasan, atau daftar vitamin yang panjang. Jenis lemak, bahan utama, sumber karbohidrat, jumlah protein, gula tambahan, tahap usia, proses, penyimpanan, dan cara penyajian perlu diperhatikan secara bersamaan.
Melalui #CekKomposisi, AceKid membantu Mom memahami perjalanan susu dari susu segar menjadi susu bubuk. Sumber susu yang dapat ditelusuri, proses one-step fresh, komposisi tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik, serta teknologi flash dissolution menjadi informasi yang dapat Mom periksa sebelum menentukan pilihan.
Untuk anak usia 12 sampai 36 bulan, Mom dapat cek pilihan AceKid Care dan AceKid Plus sesuai kebutuhan si kecil. Tetap gunakan susu sebagai pelengkap pola makan seimbang, ikuti aturan penyajian, dan konsultasikan kondisi khusus kepada DSA atau tenaga kesehatan.
FAQ
Susu bubuk itu apa saja?
Susu bubuk dapat dibedakan menjadi susu bubuk full cream, susu bubuk sebagian rendah lemak, susu bubuk skim, susu pertumbuhan anak, susu bubuk dewasa, serta produk nutrisi untuk kebutuhan medis tertentu.
Ada pula bubuk berbahan kedelai atau tumbuhan lain. Produk tersebut bukan susu sapi bubuk dan dapat memiliki kandungan protein, lemak, kalsium, serta vitamin yang berbeda.
Apa beda susu UHT dan susu bubuk?
Susu UHT berbentuk cair, siap diminum, dan diproses dengan suhu sangat tinggi dalam waktu singkat. Susu bubuk telah mengalami pengurangan sebagian besar kandungan air dan perlu dilarutkan kembali jika digunakan sebagai minuman.
Keduanya dapat memberikan nutrisi, tetapi komposisi, masa simpan, penyajian, dan tujuan penggunaannya dapat berbeda. Pilih berdasarkan usia, kebutuhan, daftar komposisi, dan Informasi Nilai Gizi.
Susu bubuk ada merek apa saja?
Susu bubuk yang beredar di Indonesia tersedia dalam banyak merek dan kategori. Contoh merek yang disebut dalam daftar produk pasar terkini antara lain Dancow, Indomilk, Frisian Flag, Milo, Anlene, Entrasol, Boneeto, Zee, Nestlé Ideal, dan Milko. AceKid Care dan AceKid Plus tersedia sebagai susu pertumbuhan berbentuk bubuk untuk anak usia 12 sampai 36 bulan.
Ketersediaan varian dan tahap usia dapat berubah. Mom tetap perlu mengecek kemasan resmi, izin edar BPOM, dan kesesuaian produk sebelum membeli.
Merk susu yang bagus apa?
Tidak ada satu merek susu bubuk yang paling bagus untuk semua orang. Produk yang baik adalah produk yang sesuai usia, tujuan konsumsi, kebutuhan energi, kondisi kesehatan, serta memiliki komposisi yang dapat dipahami.
Periksa bahan utama, protein, lemak, karbohidrat, gula tambahan, vitamin, mineral, informasi alergen, izin edar BPOM, aturan penyajian, dan respons tubuh. Untuk kondisi seperti diabetes, alergi, intoleransi laktosa, atau gangguan pertumbuhan, konsultasikan pilihan dengan dokter atau ahli gizi.
Apa nama lain untuk susu bubuk?
Nama lain susu bubuk dalam bahasa Inggris adalah milk powder, powdered milk, atau dried milk. Susu bubuk full cream juga dapat disebut full cream milk powder atau whole milk powder.
Istilah susu formula atau susu pertumbuhan bukan sinonim langsung dari susu bubuk. Keduanya menjelaskan kategori formulasi, sedangkan susu bubuk menjelaskan bentuk produknya.
Is this article helpful to you??
