Susu: Panduan Lengkap Jenis, Kandungan, Proses, dan Cara Memilihnya
Pelajari jenis susu, kandungan nutrisi, proses pengolahan, gula, pencernaan, cara membaca label, dan tips memilih susu sesuai kebutuhan.
8/4/2026
AceKid

Susu merupakan bahan pangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, istilah susu dapat merujuk pada banyak produk dengan sumber, komposisi, proses pengolahan, bentuk, dan tujuan konsumsi yang berbeda.
Ada susu segar, susu pasteurisasi, susu UHT, susu bubuk, susu fermentasi, susu pertumbuhan, serta minuman nabati yang kerap ditempatkan pada kategori serupa. Di balik kemasannya, setiap produk juga dapat memiliki bahan utama, kandungan nutrisi, gula, bahan tambahan, dan aturan penyajian yang berbeda.
Karena itu, memilih susu sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa, harga, tampilan kemasan, atau klaim pada bagian depan produk. Mom perlu memahami jenis susu, membaca daftar komposisi, mengecek Informasi Nilai Gizi, mengenali sumber bahan utama, serta menyesuaikannya dengan usia dan kondisi orang yang mengonsumsinya.
Untuk pembahasan pada tahap awal kehidupan, “ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.” ASI eksklusif dianjurkan selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan bersama MPASI yang sesuai mulai usia enam bulan.
Key Points
- Susu mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan komponen alami lainnya.
- Kandungan susu dapat berbeda berdasarkan sumber, proses, formula, dan bahan tambahan.
- Susu segar, susu bubuk, susu UHT, susu fermentasi, dan susu pertumbuhan merupakan kategori yang berbeda.
- Daftar komposisi dan Informasi Nilai Gizi perlu dibaca secara bersamaan.
- Laktosa adalah gula alami susu, sedangkan sukrosa dan pemanis lain dapat ditambahkan saat produksi.
- Intoleransi laktosa berbeda dari alergi protein susu.
- Kelarutan susu bubuk berhubungan dengan pengalaman penyajian, bukan jaminan kecocokan pencernaan.
- Sumber bahan utama, proses, penyimpanan, dan aturan penyajian perlu diperhatikan.
- Tidak ada satu jenis susu yang otomatis sesuai untuk semua orang.
Apa Itu Susu?
Susu adalah cairan yang secara alami dihasilkan oleh mamalia. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah susu paling sering merujuk pada susu sapi, meskipun ada pula susu kambing, kerbau, domba, dan sumber hewani lainnya.
Secara umum, susu mengandung:
- Air
- Protein
- Lemak
- Laktosa
- Vitamin
- Mineral
- Enzim dan komponen alami lainnya
Jumlah setiap komponen dapat berbeda berdasarkan jenis hewan, pakan, kondisi pemeliharaan, tahap laktasi, serta proses pengolahan setelah pemerahan.
Susu dapat dikonsumsi dalam bentuk cair atau diolah menjadi susu bubuk, yoghurt, keju, mentega, krim, dan produk lainnya. Proses tersebut dapat mengubah bentuk, tekstur, rasa, kadar air, masa simpan, dan komposisi akhir produk.
Kata “susu” saja belum cukup untuk menjelaskan isi suatu produk. Mom tetap perlu mengetahui sumbernya, proses yang dilalui, bahan yang ditambahkan, kandungan per sajian, dan tujuan penggunaannya.

Kandungan Utama dalam Susu
1. Air
Sebagian besar susu cair terdiri dari air. Air menjadi medium bagi protein, lemak, laktosa, vitamin, mineral, dan komponen lain.
Pada susu bubuk, sebagian besar kandungan air telah dikurangi. Karena itu, produk perlu disiapkan kembali menggunakan jumlah air dan bubuk sesuai petunjuk pada kemasan.
2. Protein
Protein susu terutama terdiri dari kasein dan protein whey. Protein berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan jaringan tubuh.
Produk tertentu juga dapat mencantumkan α-laktalbumin atau protein terhidrolisis. Protein terhidrolisis telah melalui proses pemecahan menjadi bagian yang lebih kecil. Namun, keberadaannya tidak berarti produk otomatis sesuai untuk semua orang atau dapat digunakan untuk menangani alergi.
3. Lemak
Lemak berkontribusi terhadap energi, rasa, tekstur, dan karakter susu. Jumlahnya dapat berbeda pada susu penuh lemak, rendah lemak, dan bebas lemak.
Pemilihan kadar lemak perlu disesuaikan dengan usia, pola makan, kebutuhan energi, dan kondisi kesehatan. Produk rendah lemak tidak selalu menjadi pilihan yang paling sesuai bagi setiap kelompok usia.
4. Laktosa
Laktosa adalah gula alami yang terdapat dalam susu. Tubuh membutuhkan enzim laktase untuk memecah laktosa menjadi bentuk yang dapat diserap.
Adanya angka gula pada Informasi Nilai Gizi tidak selalu berarti produk menggunakan gula tambahan. Angka tersebut dapat berasal dari laktosa yang secara alami terdapat dalam susu.
Mom dapat mempelajari perbedaannya melalui artikel apa itu sukrosa dalam susu pertumbuhan.
5. Vitamin dan mineral
Susu dapat mengandung kalsium, fosfor, kalium, magnesium, vitamin B12, riboflavin, serta nutrisi lainnya. Produk tertentu juga diperkaya dengan vitamin dan mineral tambahan.
Jumlahnya perlu dibaca berdasarkan takaran saji. Daftar nutrisi yang lebih panjang tidak otomatis membuat suatu produk lebih sesuai dengan kebutuhan seseorang.
Jenis Susu Berdasarkan Sumbernya
Susu sapi
Susu sapi merupakan jenis yang umum digunakan untuk susu cair, susu bubuk, yoghurt, keju, mentega, dan berbagai produk olahan.
Produk yang berasal dari susu sapi tetap dapat memiliki komposisi berbeda. Susu segar, susu UHT, susu bubuk, yoghurt, dan keju tidak dapat dianggap sama hanya karena berasal dari hewan yang sama.
Susu kambing
Susu kambing memiliki rasa, aroma, kadar lemak, dan susunan protein yang dapat berbeda dari susu sapi.
Namun, susu kambing tetap mengandung laktosa dan protein susu. Produk ini tidak otomatis sesuai bagi orang dengan intoleransi laktosa atau alergi protein susu sapi.
Susu kerbau dan domba
Susu kerbau dan domba umumnya memiliki kandungan padatan dan lemak yang berbeda dari susu sapi. Keduanya sering digunakan untuk membuat produk fermentasi atau keju tertentu.
Jenis susu yang lebih jarang ditemukan tidak otomatis lebih unggul. Komposisi, keamanan, proses, porsi, dan kebutuhan pengguna tetap perlu diperhatikan.
Minuman nabati
Produk dari kedelai, oat, almond, atau bahan tumbuhan lainnya lebih tepat dipahami sebagai minuman nabati. Kandungan proteinnya tidak otomatis sama dengan susu hewani.
Saat memilih minuman nabati, cek:
- Bahan utama
- Jumlah protein
- Gula tambahan
- Kalsium dan vitamin D
- Bahan pengental
- Perisa
- Informasi alergen
- Kesesuaian dengan kebutuhan pengguna
Jenis Susu Berdasarkan Proses Pengolahannya
1. Susu segar
Susu segar adalah susu cair yang berasal dari pemerahan sebelum menjadi produk akhir. Susu segar dapat diproses menjadi produk cair maupun bubuk.
Untuk memahami istilah ini, Mom dapat membaca:
2. Susu pasteurisasi
Pasteurisasi menggunakan pemanasan terkendali untuk mengurangi mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Susu pasteurisasi umumnya perlu disimpan dalam kondisi dingin.
3. Susu UHT
UHT menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat dan dikombinasikan dengan pengemasan aseptik. Produk yang belum dibuka umumnya dapat disimpan pada suhu ruang sesuai petunjuk kemasan.
Setelah dibuka, susu perlu disimpan dan dikonsumsi sesuai arahan produsen.
4. Susu steril
Susu steril diproses menggunakan pemanasan untuk menghasilkan masa simpan lebih panjang. Prosesnya dapat membentuk rasa dan warna yang berbeda dari susu pasteurisasi.
5. Susu bubuk
Susu bubuk dihasilkan dengan mengurangi sebagian besar kandungan air. Bentuk bubuk memudahkan penyimpanan dan distribusi, tetapi membutuhkan penyajian yang tepat.
Tidak semua susu bubuk memiliki komposisi yang sama. Mom tetap perlu memeriksa bahan pertama, kandungan nutrisi, bahan tambahan, serta petunjuk penyajian.
Baca juga perjalanan dari susu segar menjadi susu pertumbuhan.
6. Susu fermentasi
Yoghurt dan kefir dibuat melalui proses fermentasi menggunakan mikroorganisme tertentu. Fermentasi dapat mengubah rasa, tekstur, serta sebagian komponen produk.
Produk fermentasi tetap dapat mengandung gula tambahan, perisa, atau bahan lain. Karena itu, istilah fermentasi tidak otomatis berarti produk bebas gula tambahan.
7. Susu evaporasi dan susu kental manis
Susu evaporasi dibuat dengan mengurangi sebagian kandungan air sehingga teksturnya lebih pekat.
Susu kental manis mengandung gula tambahan dan umumnya digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman. Produk tersebut tidak dapat dianggap memiliki fungsi yang sama dengan susu cair biasa.

Apa Itu Natural Whole Milk?
Natural whole milk merujuk pada susu segar dengan komponen alaminya sebelum diolah menjadi produk akhir. Dalam produk berbentuk bubuk, istilah ini menjelaskan bahan utama yang digunakan, bukan bentuk produk ketika dikonsumsi.
Mom perlu membedakan:
- Sumber susu setelah pemerahan.
- Bentuk bahan selama produksi.
- Bentuk produk akhir.
- Bahan tambahan yang digunakan.
Produk yang menggunakan susu segar sebagai bahan utama tetap dapat berbentuk bubuk. Informasi tersebut perlu diperiksa melalui daftar komposisi dan penjelasan mengenai sumber susunya.
Bacaan pendukung:
- Natural whole milk pada susu pertumbuhan
- 5 hal tentang natural whole milk
- 6 fakta susu pertumbuhan dari susu segar
Cara Membaca Label Susu
Daftar komposisi dan Informasi Nilai Gizi memiliki fungsi berbeda. Keduanya perlu dibaca secara bersamaan.
Mulai dari daftar komposisi
Daftar komposisi menunjukkan bahan yang digunakan dalam produk. Bahan umumnya ditulis berdasarkan jumlah, dimulai dari bahan yang digunakan lebih banyak.
Cek beberapa bagian berikut:
- Bahan pertama
- Jenis susu yang digunakan
- Sumber protein
- Sumber lemak
- Sumber karbohidrat
- Gula tambahan
- Perisa
- Pengental atau penstabil
- Vitamin dan mineral tambahan
- Informasi alergen
Bahan dengan nama panjang tidak otomatis berbahaya. Mom perlu memahami fungsi dan posisinya dalam keseluruhan komposisi.
Lanjutkan ke Informasi Nilai Gizi
Informasi Nilai Gizi menunjukkan kandungan berdasarkan takaran saji. Perhatikan:
- Ukuran sajian
- Jumlah sajian per kemasan
- Energi
- Protein
- Lemak
- Karbohidrat
- Gula
- Vitamin
- Mineral
Jangan membandingkan satu angka dari dua produk sebelum memastikan ukuran saji keduanya setara.
Pelajari lebih lanjut melalui:
- Cara cek komposisi susu dengan lebih teliti
- Cara membaca kandungan susu
- Memahami clean label pada susu
Gula dan Bahan Tambahan dalam Susu
Laktosa dan sukrosa
Laktosa adalah gula alami susu. Sukrosa merupakan gula yang dapat ditambahkan saat produksi.
Karena itu, produk tanpa tambahan sukrosa masih dapat memiliki angka gula pada Informasi Nilai Gizi karena mengandung laktosa.
Baca juga:
Maltodekstrin
Maltodekstrin adalah bahan berbasis karbohidrat yang berasal dari pati. Bahan ini dapat digunakan untuk membentuk tekstur, volume, kestabilan, atau karakter produk.
Maltodekstrin tidak sama dengan sukrosa dan keberadaannya tidak otomatis membuat suatu produk berbahaya. Mom tetap perlu melihat urutannya dalam komposisi, jumlah karbohidrat per sajian, serta pola konsumsi secara keseluruhan.
Bacaan pendukung:
Sirup jagung, vanillin, dan perisa sintetik
Sirup jagung dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat atau pemanis. Vanillin dan perisa sintetik digunakan untuk membentuk aroma atau rasa.
Keberadaan bahan tersebut tidak selalu dapat diketahui dari rasa. Mom perlu mengeceknya melalui daftar komposisi.
Gunakan kalimat berikut sebagai panduan:
Cek komposisi untuk melihat ada atau tidaknya tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, vanillin, perisa sintetik, atau hidden sugar lainnya.
Kandungan Pendukung dalam Susu Pertumbuhan
Produk susu pertumbuhan untuk anak di atas 12 bulan dapat memiliki kandungan pendukung yang berbeda.
GOS
GOS merupakan prebiotik yang dimanfaatkan oleh mikroorganisme tertentu di saluran cerna. Kandungan ini merupakan bagian dari komposisi, bukan obat sembelit, diare, atau kembung.
DHA, AA, dan kolin
DHA, AA, dan kolin dapat menjadi bagian dari dukungan nutrisi selama masa tumbuh kembang. Perkembangan anak tetap dipengaruhi pola makan, kesehatan, tidur, aktivitas, dan stimulasi.
Nukleotida, OPN, dan HMO
Beberapa produk susu pertumbuhan mencantumkan nukleotida, OPN, dan HMO sebagai bagian dari komposisi pendukung. Mom perlu mengecek jumlah, tahap usia, bahan utama, dan keseluruhan susunan nutrisinya.
α-laktalbumin dan protein terhidrolisis
Keduanya dapat menjadi bagian dari komposisi protein. Namun, protein terhidrolisis tidak otomatis menjadikan suatu produk sebagai pilihan untuk menangani alergi.
Lactoferrin
Lactoferrin merupakan protein pengikat zat besi yang secara alami ditemukan dalam susu mamalia. Tidak semua produk mengandung tambahan lactoferrin.
Jangan menganggap produk memiliki kandungan tersebut jika tidak tercantum pada label.
Bacaan lanjutan:
- Kandungan nutrisi dalam susu untuk daya tahan tubuh anak
- Apa itu lactoferrin dalam susu pertumbuhan?
- Peran susu dalam nutrisi seimbang anak
Hubungan Susu dengan Pencernaan
Kembung, sulit BAB, atau diare setelah minum susu tidak selalu memiliki penyebab yang sama. Kondisi pencernaan juga dipengaruhi makanan, air putih, aktivitas, infeksi, kebersihan, kebiasaan BAB, intoleransi, alergi, dan kondisi tubuh.
Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa. Gejalanya dapat berupa:
- Kembung
- Gas
- Kram
- Mual
- Diare
Diagnosis tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan satu kejadian.
Alergi protein susu
Alergi melibatkan respons sistem imun terhadap protein susu. Kondisi ini berbeda dari intoleransi laktosa.
Ruam, pembengkakan, muntah berulang, darah pada feses, mengi, atau gangguan napas membutuhkan pemeriksaan medis.
Sulit BAB
Sulit BAB dapat berkaitan dengan kurang serat, kurang air putih, aktivitas, perubahan rutinitas, atau kebiasaan menahan BAB. Susu hanya menjadi salah satu asupan yang dapat dievaluasi.
Baca peran serat dan susu saat anak susah BAB.
Diare
Diare dapat disebabkan oleh infeksi, makanan, obat, intoleransi, atau kondisi lainnya. Jika disertai lemas, sulit minum, darah pada feses, atau tanda dehidrasi, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Baca panduan memahami susu anak dan diare.
Kembung
Kembung dapat muncul karena udara yang tertelan, sembelit, porsi makan, makanan tertentu, atau karbohidrat yang tidak tercerna dengan baik.
Bacaan pendukung:
- Anak mudah kembung dan komposisi susu
- Arti susu yang lembut di pencernaan
- Komposisi susu untuk pencernaan anak
Sumber Susu dan Proses Pengolahan
Sumber yang dapat ditelusuri membantu konsumen memahami perjalanan bahan utama, mulai dari peternakan, pemerahan, pengangkutan, pengujian, sampai produksi.
Informasi keterlacakan tidak menjadi jaminan bahwa produk pasti cocok untuk semua orang. Namun, keterbukaan tersebut membantu Mom mengetahui asal bahan yang dikonsumsi.
AceKid menggunakan susu segar sebagai bahan utama dengan sumber yang dapat ditelusuri. Susu berasal dari sapi yang diternakkan sendiri dengan perawatan intensif dan terkontrol.
Mom dapat membaca:
One-Step Fresh dan Kelarutan Susu

One-step fresh merupakan alur yang lebih ringkas dari susu segar menjadi susu bubuk. Proses ini membantu Mom memahami perjalanan bahan utama, tetapi bukan jaminan bahwa produk pasti sesuai untuk setiap orang.
Baca cara memahami proses one-step fresh.
Kelarutan susu bubuk dipengaruhi oleh:
- Komposisi
- Ukuran partikel
- Suhu air
- Volume air
- Takaran bubuk
- Cara mengaduk
- Kondisi penyimpanan
Flash dissolution membantu susu lebih cepat larut dengan sedikit adukan sesuai aturan penyajian. Fitur ini berkaitan dengan kemudahan menyiapkan susu, bukan klaim untuk mencegah gangguan pencernaan atau memastikan penyerapan nutrisi.
Bacaan lanjutan:
Cara Memilih Susu dengan Lebih Teliti
Gunakan langkah berikut sebelum memilih:
| Bagian yang Dicek | Pertanyaan untuk Dipertimbangkan |
| Pengguna | Siapa yang akan mengonsumsinya dan berapa usianya? |
| Tujuan | Apakah untuk diminum langsung, memasak, atau melengkapi asupan? |
| Bahan utama | Apakah menggunakan susu segar, susu bubuk, atau bahan lainnya? |
| Komposisi | Bahan apa yang tercantum pada urutan awal? |
| Gula | Apakah gula berasal dari laktosa atau ada tambahan pemanis? |
| Nutrisi | Berapa protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral per sajian? |
| Alergen | Apakah terdapat susu, kedelai, kacang, atau alergen lain? |
| Proses | Bagaimana bahan utama diproses? |
| Penyimpanan | Apakah produk dapat disimpan sesuai petunjuk? |
| Respons tubuh | Apakah muncul keluhan setelah konsumsi? |
Jangan memilih hanya karena satu klaim, daftar nutrisi yang panjang, atau pengalaman orang lain. Kesesuaian bergantung pada usia, pola makan, kondisi kesehatan, aturan penyajian, dan respons tubuh.
Untuk anak usia 1 sampai 3 tahun, Mom dapat membaca perbedaan susu pertumbuhan anak.
Lebih Teliti Memahami Susu bersama AceKid
Susu merupakan kategori pangan yang luas. Memahami bahan utama, komposisi, kandungan nutrisi, sumber susu, proses, kelarutan, penyimpanan, dan respons tubuh membantu Mom mengambil keputusan dengan lebih tenang.
Melalui ajakan #CekKomposisi, AceKid membantu Mom memahami susu dari bahan utamanya. AceKid menggunakan susu segar dengan sumber yang dapat ditelusuri, diproses melalui one-step fresh, serta diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik.
Untuk kebutuhan susu pertumbuhan anak di atas 12 bulan, Mom dapat cek pilihan produk sesuai tahap usia si kecil. Tetap perhatikan daftar komposisi, Informasi Nilai Gizi, petunjuk penyajian, pola makan, dan kondisi anak.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan susu?
Susu adalah cairan yang secara alami dihasilkan oleh mamalia. Susu dapat mengandung air, protein, lemak, laktosa, vitamin, mineral, dan komponen lainnya.
Apa perbedaan susu segar dan susu bubuk?
Susu segar merupakan susu cair setelah pemerahan sebelum menjadi produk akhir. Susu bubuk telah melalui pengurangan sebagian besar kandungan air.
Susu segar dapat digunakan sebagai bahan utama untuk menghasilkan produk berbentuk bubuk.
Apa perbedaan susu pasteurisasi dan UHT?
Pasteurisasi menggunakan pemanasan terkendali dan produknya umumnya memerlukan penyimpanan dingin. UHT menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat serta pengemasan aseptik.
Apakah susu mengandung gula?
Susu secara alami mengandung laktosa. Beberapa produk juga dapat menggunakan tambahan sukrosa, sirup jagung, atau pemanis lainnya.
Apakah tanpa tambahan sukrosa berarti tanpa gula?
Tidak. Produk tanpa tambahan sukrosa masih dapat mengandung gula alami berupa laktosa.
Apakah maltodekstrin sama dengan sukrosa?
Tidak. Maltodekstrin merupakan bahan karbohidrat yang berasal dari pati, sedangkan sukrosa terdiri dari glukosa dan fruktosa.
Apakah intoleransi laktosa sama dengan alergi susu?
Tidak. Intoleransi laktosa berhubungan dengan kesulitan mencerna gula susu, sedangkan alergi melibatkan respons sistem imun terhadap protein susu.
Apakah susu dapat menyebabkan kembung?
Susu dapat memicu keluhan pada orang yang kesulitan mencerna laktosa. Namun, kembung juga dapat dipengaruhi makanan, sembelit, udara yang tertelan, atau kondisi lain.
Mengapa susu bubuk dapat menggumpal?
Gumpalan dapat dipengaruhi suhu air, takaran, cara mengaduk, karakter partikel, atau kelembapan selama penyimpanan.
Bagaimana cara menyimpan susu?
Ikuti petunjuk kemasan. Susu pasteurisasi dan produk yang sudah dibuka umumnya memerlukan penyimpanan dingin, sedangkan susu bubuk perlu disimpan tertutup di tempat kering.
Bagaimana cara memilih susu?
Cek usia dan kondisi pengguna, bahan utama, daftar komposisi, Informasi Nilai Gizi, kandungan gula, alergen, proses, penyimpanan, aturan penyajian, dan respons tubuh.
Apakah semua orang perlu minum susu?
Kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Susu dapat menjadi bagian dari pola makan, tetapi nutrisi juga dapat diperoleh dari berbagai makanan lain. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi jika terdapat kondisi khusus.
Is this article helpful to you??
