Pilihan Buah Tinggi Serat: Kandungan, Porsi, dan Cara Mengonsumsinya
Kenali buah tinggi serat, kandungannya per 100 gram, dan porsi untuk keluarga. Lengkap dengan tips konsumsi serta panduan sembelit dan gula darah.
10/28/2026
AceKid

Buah tinggi serat yang dapat Anda pilih antara lain alpukat, jambu biji, raspberi, blackberi, dan pir. Apel, pisang, jeruk, serta pepaya juga menyumbang serat, meskipun kadarnya berbeda. Bandingkan berdasarkan berat bagian buah yang dimakan.
Buah praktis untuk melengkapi menu keluarga. Namun, memilih buah untuk sembelit, mengatur berat badan, atau menjaga gula darah tetap perlu mempertimbangkan porsi dan kondisi masing-masing. Panduan berikut membantu Anda memilih tanpa harus bergantung pada buah impor.
Mengapa Tubuh Membutuhkan Serat dari Buah?
Serat larut dan tidak larut saling melengkapi
Serat merupakan bagian pangan nabati yang tidak dicerna seperti karbohidrat lainnya. Serat larut, termasuk pektin pada buah, dapat membentuk gel yang memperlambat pencernaan serta membantu pengelolaan gula darah dan kolesterol.
Serat tidak larut membantu keteraturan BAB. Kulit berbagai buah merupakan salah satu sumbernya. Dalam menu sehari-hari, Anda tidak perlu memisahkan kedua jenis tersebut secara ketat; pilih beragam pangan berserat.
Sebagian serat juga difermentasi mikrobiota usus menjadi asam lemak rantai pendek. Hasil fermentasi ini berperan dalam kesehatan lapisan usus. Karena mikroba memiliki kebutuhan berbeda, variasi sumber serat lebih masuk akal daripada mengandalkan satu buah.
Tinjauan dalam The Lancet menemukan hubungan asupan serat tertinggi dengan risiko beberapa penyakit dan kematian yang sekitar 15-30% lebih rendah dibandingkan asupan terendah. Angka ini berasal dari data observasional serat pangan keseluruhan, bukan bukti manfaat satu buah.
Berapa kebutuhan serat harian?
AKG Indonesia dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2019 membedakan kecukupan serat menurut kelompok usia dan jenis kelamin. Contohnya sebagai berikut.
| Kelompok | Serat per hari | Keterangan |
| Anak usia 1-3 tahun | 19 g | Laki-laki dan perempuan |
| Perempuan usia 19-29 tahun | 32 g | Kondisi tidak hamil dan tidak menyusui |
| Laki-laki usia 19-29 tahun | 37 g | Acuan kelompok usia tersebut |
Angka ini dipenuhi dari seluruh makanan, termasuk sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Buah menyumbang sebagian kebutuhan. Hindari mengejar seluruh target hanya dengan menambah porsi buah.

Daftar Buah Tinggi Serat dan Kandungannya
Tabel berikut memakai data USDA Standard Reference Legacy 2018 untuk buah mentah, per 100 gram bagian yang dimakan. Angka merupakan acuan; varietas dan kematangan dapat memengaruhi komposisi.
| Buah | Serat per 100 g |
| Alpukat | 6,7 g |
| Raspberi | 6,5 g |
| Jambu biji | 5,4 g |
| Blackberi | 5,3 g |
| Pir | 3,1 g |
| Pisang | 2,6 g |
| Apel dengan kulit | 2,4 g |
| Jeruk | 2,4 g |
| Strawberi | 2,0 g |
| Pepaya | 1,7 g |
Daftar ini mencakup buah berkadar serat relatif tinggi dan buah sehari-hari yang turut menyumbang serat. Sebutan tersebut bukan penilaian klaim pada label produk. Porsi yang Anda makan menentukan jumlah serat akhirnya.
Untuk memperkirakan asupan, kalikan berat buah yang dimakan dengan kandungan serat per 100 gram, lalu bagi 100. Contohnya, 150 gram pir memberikan sekitar 4,65 gram serat. Timbang bagian yang dimakan tanpa tangkai atau bagian yang dibuang.
1. Apel dan pir
Konsumsi bersama kulit yang dapat dimakan setelah dicuci. Jika anak belum mampu mengunyah teksturnya, sesuaikan penyajian. Jangan mempertahankan kulit atau potongan keras hanya demi mengejar serat.
2. Beri-berian
Raspberi dan blackberi menyediakan lebih banyak serat daripada strawberi pada berat yang sama. Pilih sesuai ketersediaan dan anggaran; Anda tidak harus membeli semuanya untuk membuat menu yang bervariasi.
3. Alpukat
Alpukat merupakan sumber serat yang juga mengandung lemak. Sajikan tanpa tambahan sirup atau susu kental manis bila sedang mengendalikan asupan energi. Tetap perhatikan porsinya.
4. Pisang
Pisang mudah dibawa sebagai camilan. Ia menyumbang serat, tetapi bukan yang tertinggi dalam tabel. Pilih sesuai selera dan toleransi pencernaan tanpa menganggapnya sebagai obat lambung.
5. Pepaya dan buah naga
Keduanya dapat menjadi variasi buah lokal. Kemenkes memasukkannya sebagai contoh pilihan untuk menu anak dengan sembelit. Efek perubahan pola makan tidak selalu langsung terasa setelah satu kali makan.
6. Jambu biji dan jeruk
Jambu biji memberi alternatif lokal dengan kandungan serat cukup tinggi. Untuk jeruk, nikmati bagian buahnya, bukan hanya air perasannya. Sesuaikan biji dan tekstur dengan kemampuan makan anak.
Memilih Buah Sesuai Tujuan Kesehatan
Buah tinggi serat untuk diet
Pilih buah utuh sebagai pengganti sebagian camilan manis, sambil memperhatikan jumlah makanan keseluruhan. Rasa kenyang dapat terbantu oleh serat. Tabel kalori buah dari FDA berikut menunjukkan pentingnya memperhitungkan ukuran porsi.
| Buah dan porsi contoh | Berat bagian dimakan | Energi |
| Strawberi, 8 buah sedang | 147 g | 50 kkal |
| Pir, 1 buah sedang | 166 g | 100 kkal |
| Pisang, 1 buah sedang | 126 g | 110 kkal |
| Apel, 1 buah besar | 242 g | 130 kkal |
Ukuran buah nyata bisa berbeda. Tabel kalori memakai porsi FDA, sedangkan tabel serat memakai 100 gram USDA; jangan menyamakan kedua takaran tersebut.
Buah tinggi serat dan rendah gula untuk diabetes
Istilah “tinggi serat” tidak otomatis berarti bebas gula. Utamakan buah utuh, atur porsi karbohidrat, dan perhatikan respons gula darah. Jus buah menaikkan gula darah lebih cepat dibandingkan buah utuh.
Indeks glikemik dapat menjadi informasi tambahan, tetapi jumlah yang dimakan juga penting. Diskusikan pilihan buah dengan tenaga kesehatan, terutama bila Anda menggunakan obat diabetes.
Buah tinggi serat untuk asam lambung
Tidak ada buah yang dijamin cocok untuk semua penderita GERD. Coba porsi kecil dan catat pemicunya. Jeruk atau makanan asam memicu keluhan pada sebagian orang; makanan tinggi lemak juga dapat memperburuk gejala.
Jika keluhan muncul malam hari, beri jarak makan setidaknya tiga jam sebelum berbaring. Pisang atau pepaya boleh dicoba sesuai toleransi, tanpa menjanjikan keduanya menyembuhkan refluks.
Pilihan untuk ibu hamil
Variasikan buah bersama sayur dan makanan bergizi lainnya. Serat membantu mencegah sembelit selama kehamilan. Cuci buah dengan baik; bila mengalami diabetes gestasional, sesuaikan porsinya dengan rencana makan dari tenaga kesehatan.

Bagaimana dengan Buah Tinggi Serat untuk Anak Sembelit?
Untuk anak usia 1-3 tahun, tawarkan buah bertahap dengan tekstur sesuai kemampuan makan, disertai cairan yang cukup. Apel, pir, jeruk, atau pepaya dapat menjadi variasi. Seluruh pola makan tetap perlu diperhatikan.
Jika anak terus kesulitan BAB, baca panduan anak susah BAB dan pertimbangan mengganti susu. Sembelit berulang memerlukan evaluasi, termasuk kebiasaan menahan BAB.
Segera periksakan bila sembelit disertai muntah, darah pada tinja, nyeri perut menetap, atau berat badan menurun. Hindari terus menambah buah sambil mengabaikan gejala tersebut.
Tambah Serat Bertahap dan Perhatikan Obat
Peningkatan serat mendadak dapat menimbulkan gas, kembung, atau kram. Mulai dengan tambahan kecil, sebarkan sepanjang hari, lalu naikkan sesuai toleransi.
Misalnya, mulai dengan potongan buah pada satu waktu camilan. Setelah nyaman, tambahkan variasi pada kesempatan makan lain. Catat jenis, porsi, dan keluhan yang muncul agar Anda bisa menyesuaikan menu secara lebih terarah.
Pastikan asupan cairan memadai agar serat bekerja dengan baik. Kebutuhan minum bergantung pada tubuh, aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan. Orang dengan pembatasan cairan perlu mengikuti arahan dokternya.
Serat pangan dapat memengaruhi kerja obat tertentu, contohnya levotiroksin. Bila menggunakannya, tanyakan aturan makan dan minum obat kepada dokter atau apoteker. Jangan menerapkan satu aturan jeda untuk semua obat atau mengubah dosis sendiri.
Cara Mengonsumsi Buah agar Seratnya Tetap Didapat
Perhatikan kulit dan kebersihannya
Kulit apel menyumbang serat dan mengandung flavonoid. Penelitian laboratorium menemukan kandungan flavonoid lebih tinggi pada kulit dibandingkan daging apel yang diteliti. Temuan tersebut tidak berarti kulit buah wajib dimakan pada semua keadaan.
Cuci buah di bawah air mengalir sebelum dipotong, termasuk jika akan dikupas. Gosok perlahan, gunakan peralatan bersih, dan hindari sabun atau deterjen. Pencucian mengurangi kontaminasi, tetapi tidak membuat buah steril.
Mencuci dan mengolah buah juga dapat mengurangi residu pestisida. Jadikan pencucian bagian dari keamanan pangan, tanpa menganggapnya jaminan seluruh residu hilang.
Buah utuh, jus, atau smoothie?
Pada jus yang diperas atau disaring, banyak serat tertinggal bersama ampas. Smoothie yang memakai bagian buah secara utuh masih mengandung serat; proses blending mengubah teksturnya, bukan menghilangkan seluruh serat.
Untuk pencarian “jus buah tinggi serat”, perhatikan proses pembuatannya. Hindari gula tambahan dan porsi minuman besar. Buah yang dimakan langsung tetap praktis untuk membantu Anda mengatur porsi.
Ide sajian sederhana: potongan pepaya untuk camilan, pir bersama oat, atau salad buah dengan yoghurt tawar. Untuk keluarga, sajikan variasi kecil secara bergantian agar belanja dan persiapan lebih mudah.
Melengkapi Pola Makan Keluarga Bersama AceKid
Jika menggunakan susu pertumbuhan untuk anak 12-36 bulan, pelajari cara memilih susu usia 1-3 tahun dan kandungan pada label. Anda juga dapat meninjau produk AceKid Stage 3 serta asal dan proses One-Step Fresh sebagai informasi pemilihan produk.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah pisang termasuk buah tinggi serat?
Pisang menyumbang sekitar 2,6 gram serat per 100 gram. Kandungannya lebih rendah dibandingkan alpukat, jambu biji, atau raspberi pada berat yang sama.
2. Buah apa yang paling cepat melancarkan BAB?
Tidak ada buah yang menjamin BAB langsung lancar. Pilihan buah, cukup cairan, dan pola makan keseluruhan membantu; sembelit menetap tetap perlu dievaluasi.
3. Bolehkah makan buah tinggi serat malam hari?
Boleh sesuai kebutuhan dan toleransi. Bila mengalami refluks malam hari, beri jarak makan setidaknya tiga jam sebelum berbaring atau tidur.
4. Apa tanda tubuh kekurangan serat?
Asupan serat rendah dapat berkontribusi pada sembelit. Namun, BAB keras atau sulit tidak membuktikan kekurangan serat saja; penyebab lain perlu dipertimbangkan.
5. Apakah buah bisa diganti suplemen serat?
Buah memberi serat sekaligus zat gizi lain. Suplemen dapat digunakan sesuai kebutuhan dan arahan tenaga kesehatan, tetapi tetap lengkapi menu dengan beragam pangan.
Kesimpulan
Pilih buah yang mudah Anda dapatkan, bandingkan serat berdasarkan takaran yang sama, dan tambah asupannya bertahap. Variasi buah, sayur, kacang-kacangan, serta cukup cairan membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Sumber
USDA National Agricultural Library. Standard Reference Legacy 2018: Total Dietary Fiber, per 100 g. https://www.nal.usda.gov/sites/default/files/page-files/Total_Dietary_Fiber.pdf
CDC. Fiber: The Carb That Helps You Manage Diabetes. https://www.cdc.gov/diabetes/healthy-eating/fiber-helps-diabetes.html
ISAPP. What happens when you eat fiber, and why you should eat more. https://isappscience.org/what-happens-when-you-eat-fiber-and-why-you-should-eat-more/
Reynolds A dan kolega. Carbohydrate quality and human health: a series of systematic reviews and meta-analyses. The Lancet, 2019; 393:434-445. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673618318099
Kementerian Kesehatan RI. Permenkes Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019
Kemenkes RI. Pentingnya Konsumsi Makanan Sumber Serat Bagi Bayi, Anak-Anak, dan Orang Dewasa. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1838/pentingnya-konsumsi-makanan-sumber-serat-bagi-bayi-anak-anak-dan-orang-dewasa
NIDDK. Eating, Diet, & Nutrition for Constipation. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation/eating-diet-nutrition
FDA. Raw Fruits Poster, Text Version: porsi, berat, dan kalori buah. https://www.fda.gov/food/food-labeling-nutrition/raw-fruits-poster-text-version-accessible-version
Kemenkes RI, RSUP dr. Sardjito. Konstipasi pada Anak. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2652/konstipasi-pada-anak
CDC. Diabetes Meal Planning. https://www.cdc.gov/diabetes/healthy-eating/diabetes-meal-planning.html
NIDDK. Eating, Diet, & Nutrition for GER & GERD. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/eating-diet-nutrition
NHS. Have a healthy diet in pregnancy. https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/have-a-healthy-diet/
NIDDK. Eating, Diet, & Nutrition for Constipation in Children. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation-children/eating-diet-nutrition
NIDDK. Symptoms & Causes of Constipation in Children. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation-children/symptoms-causes
MedlinePlus. Levothyroxine: special dietary instructions. https://www.medlineplus.gov/druginfo/meds/a682461.html
Wolfe K, Wu X, Liu RH. Antioxidant activity of apple peels. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2003; 51(3):609-614. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12537430/
FDA. Selecting and Serving Produce Safely. https://www.fda.gov/food/buy-store-serve-safe-food/selecting-and-serving-produce-safely
University College London Hospitals NHS Foundation Trust. Low fibre diet: pengolahan dan kandungan serat jus serta smoothie. https://www.uclh.nhs.uk/patients-and-visitors/patient-information-pages/low-fibre-diet-sheet
U.S. Environmental Protection Agency. Food and Pesticides. https://www.epa.gov/safepestcontrol/food-and-pesticides
Is this article helpful to you??
