Cara Memilih Susu Formula untuk Balita 1-3 Tahun: Kebutuhan Gizi, Takaran, dan Cara Membaca Label
Panduan memilih susu formula 1-3 tahun berdasarkan AKG, jumlah susu per hari, cara membaca label, dan kapan perlu ke dokter. Tanpa peringkat merek.
22/9/2026
AceKid

Susu formula untuk balita 1-3 tahun dipilih berdasarkan empat hal: sesuai kategori usia, daftar komposisinya jelas, gula tambahannya terbatas, dan cocok dengan kondisi anak. Susu adalah pelengkap makanan keluarga, bukan pengganti makan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan susu menyumbang paling banyak sekitar 30% kebutuhan kalori anak di atas 1 tahun, sisanya dari makanan padat.
Setelah ulang tahun pertama, banyak orang tua mulai mencari susu untuk balita. Pertanyaannya hampir selalu sama: susu apa yang paling cocok, berapa banyak, dan bagaimana membedakan klaim di kemasan. Panduan ini tidak memberi peringkat merek. Yang kami berikan adalah cara menilai sendiri, memakai angka resmi dan aturan label yang berlaku di Indonesia, sehingga Anda bisa menggunakannya untuk produk apa pun di rak.
Apa Itu Susu Formula Pertumbuhan?
Susu formula pertumbuhan adalah produk susu yang diformulasikan untuk anak usia lebih dari 12 sampai 36 bulan. Definisi ini mengikuti Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021, yang menyebut formula pertumbuhan sebagai formula dari susu sapi atau hewan lain dan/atau bahan hewani atau nabati yang terbukti sesuai untuk kelompok usia tersebut.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 Tahun 2014 membedakan dua istilah yang sering tertukar:
- Susu formula pertumbuhan: bahan dasarnya susu atau bahan hewani.
- Formula pertumbuhan: bahan dasarnya bukan hewani. Produk ini tidak boleh memakai kata "susu" pada namanya.
Ada dua kalimat yang wajib tercantum di label produk untuk anak 1-3 tahun menurut Permenkes 49/2014 Pasal 6 ayat 1, dan keduanya berguna sebagai cara cepat memastikan Anda memegang produk dengan kategori usia yang benar:
- "Pemberian ASI dapat diteruskan sampai usia 2 tahun."
- Peringatan bahwa produk "tidak cocok untuk bayi di bawah usia satu tahun."
Kalau dua kalimat itu tidak ada, periksa kembali apakah produk tersebut memang dimaksudkan untuk balita.
Kebutuhan Gizi Anak 1-3 Tahun Menurut AKG
Angka Kecukupan Gizi (AKG) resmi Indonesia tercantum di Permenkes Nomor 28 Tahun 2019. Untuk kelompok 1-3 tahun, AKG dihitung dengan berat badan acuan 13 kg dan tinggi 92 cm. Angka ini adalah rata-rata kebutuhan kelompok, bukan target untuk satu anak tertentu.
Tabel ini membantu dua hal. Pertama, Anda bisa melihat bahwa kebutuhan anak jauh lebih luas dari apa yang bisa diberikan satu jenis minuman. Kedua, saat membaca Informasi Nilai Gizi di kemasan, Anda punya titik pembanding yang resmi, bukan sekadar klaim "nutrisi lengkap."
Apakah Semua Balita Membutuhkan Susu Formula Pertumbuhan?
Jawaban jujurnya: tidak selalu. Susu formula pertumbuhan adalah salah satu pilihan, bukan kewajiban.
Beberapa lembaga memiliki posisi yang berbeda, dan Anda berhak mengetahui semuanya:
- IDAI (2017) menyebut pilihan susu untuk anak di atas 1 tahun adalah susu sapi pasteurisasi atau UHT, atau susu formula pertumbuhan. Peran utama susu adalah sumber kalsium dan protein dengan asam amino esensial yang lengkap.
- WHO (Pedoman Pemberian Makanan Pendamping 6-23 bulan, 2023) menyarankan susu hewani bagi anak 12-23 bulan yang diberi susu selain ASI, dan tidak merekomendasikan follow-up formula untuk kelompok usia ini. WHO sendiri menyebut rekomendasi ini bersyarat dengan tingkat kepastian bukti rendah.
- ESPGHAN bersama 10 perhimpunan profesi menerbitkan tanggapan yang mempertanyakan sebagian rekomendasi WHO 2023 dan proses penyusunannya.
- Konsensus Healthy Eating Research 2019, yang didukung American Academy of Pediatrics dan tiga organisasi profesi lain, menyatakan toddler milk tidak diperlukan bagi sebagian besar anak.
Artinya, keputusan bergantung pada pola makan anak Anda. Anak yang sudah makan beragam makanan keluarga dengan baik bisa saja cukup dengan susu sapi cair plain. Anak dengan pola makan yang belum beragam, atau keluarga yang lebih nyaman dengan produk terfortifikasi, bisa memilih susu formula pertumbuhan. Bila ragu, diskusikan dengan dokter anak atau ahli gizi.
Jenis Susu untuk Balita: Perbandingan Kategori
Tabel berikut membandingkan kategori, bukan merek.
| Kategori | Apa itu | Yang perlu diperhatikan |
| ASI | Tetap dianjurkan sampai usia 2 tahun atau lebih | Bisa berjalan berdampingan dengan makanan keluarga dan susu lain |
| Susu sapi cair plain (pasteurisasi atau UHT) | Susu cair tanpa perisa, pilihan yang disebut IDAI untuk anak di atas 1 tahun | Pilih yang plain tanpa gula tambahan. Perhatikan jumlah per hari karena terkait status zat besi |
| Susu formula pertumbuhan (bubuk atau cair) | Produk yang diatur Permenkes 49/2014, biasanya diperkaya vitamin dan mineral | Baca daftar komposisi dan gula tambahan. Bandingkan per 100 kkal atau per 100 g |
| Susu berperisa atau manis | Susu dengan perisa dan gula tambahan | WHO 2023 menyatakan susu berperisa atau manis tidak digunakan untuk anak 6-23 bulan. Konsensus 2019 juga tidak menganjurkannya |
| Susu kental manis | Produk dengan gula sangat tinggi | Menurut IDAI, 4 sendok makan menyumbang 130 kkal, 19 g gula tambahan, dan hanya 1 g protein. Bukan susu untuk anak |
Berapa Banyak Susu untuk Balita per Hari?
Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua anak, tetapi ada batas yang berguna.
Patokan IDAI: susu sebaiknya menyumbang paling banyak sekitar 30% total kebutuhan kalori anak di atas 1 tahun. Sebagai gambaran hitungan kami, 30% dari AKG 1.350 kkal adalah sekitar 400 kkal per hari. Berapa mililiter yang setara dengan angka itu bergantung pada kandungan energi per sajian di label produk yang Anda pakai.
Patokan konsensus Healthy Eating Research 2019 untuk susu sapi plain:
- Usia 12-24 bulan: 2-3 cangkir per hari (sekitar 480-720 ml), disesuaikan dengan asupan makanan padat.
- Usia 2-3 tahun: sampai 2 cangkir per hari (sekitar 480 ml).

Enam Kriteria Memilih Susu Formula 1-3 Tahun
Banyak orang mencari "susu formula terbaik untuk balita 1-3 tahun." Kenyataannya tidak ada satu produk yang terbaik untuk semua anak. Yang bisa dinilai orang tua adalah enam kriteria berikut.
1. Sesuai usia dan kategori
Pastikan produk ditujukan untuk usia lebih dari 12 sampai 36 bulan. Cari dua kalimat wajib di label yang dijelaskan di atas.
2. Daftar komposisi yang jelas
Daftar komposisi menunjukkan bahan penyusun produk. Lihat bahan yang tercantum paling awal karena itu menggambarkan bahan dasar produk. Panduan langkah demi langkah ada di artikel kandungan susu formula dan cara membaca labelnya.
3. Gula tambahan yang terbatas
Susu berbahan dasar susu sapi selalu mengandung gula alami bernama laktosa. Yang bisa dipilih adalah produk dengan gula tambahan yang sedikit atau tidak ada. Nama-nama gula tambahan yang umum di daftar komposisi: sukrosa, glukosa, sirup glukosa, sirup jagung, fruktosa, dan madu. Penjelasan lengkap tentang arti "rendah gula" dan "tanpa gula" menurut BPOM ada di artikel susu formula tanpa gula tambahan.
4. Bandingkan nilai gizi secara adil
Ukuran sajian tiap produk berbeda, sehingga membandingkan "per sajian" bisa menyesatkan. Permenkes 49/2014 mewajibkan kandungan gizi produk anak 1-3 tahun dinyatakan per 100 kkal. Bandingkan dua produk dengan basis yang sama, per 100 kkal atau per 100 g.
5. Toleransi dan riwayat alergi
Perhatikan reaksi anak setelah mulai minum susu baru: ruam, muntah, diare, BAB keras, atau perut kembung. Bila anak punya riwayat alergi susu sapi, pemilihan susu adalah keputusan medis. IDAI menegaskan formula hidrolisat parsial tidak dianjurkan untuk penanganan alergi susu sapi. Formula hidrolisat ekstensif atau formula asam amino dipakai atas arahan dokter.
6. Izin edar dan halal
Cek nomor izin edar di situs resmi cekbpom.pom.go.id. Kode MD menandakan produk dalam negeri, ML menandakan produk impor. Periksa juga logo halal bila ini penting bagi keluarga Anda.
Checklist Label dalam 60 Detik
| Bagian label | Yang dicari | Kenapa penting |
| Nama dan kategori produk | "Susu formula pertumbuhan" dan rentang usia | Memastikan kategori usia benar |
| Kalimat wajib | "Tidak cocok untuk bayi di bawah usia satu tahun" | Penanda produk untuk balita |
| Daftar komposisi | Bahan pertama, nama-nama gula tambahan | Menggambarkan bahan dasar dan gula tambahan |
| Informasi Nilai Gizi | Energi, protein, gula total per 100 kkal atau per 100 g | Perbandingan yang adil |
| Anjuran konsumsi dan cara penyiapan | Takaran dan jumlah sajian per hari | Mencegah susu terlalu encer atau terlalu pekat |
| Nomor izin edar | MD atau ML diikuti angka | Bisa dicek di cekbpom.pom.go.id |
Kapan Perlu Konsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi
- Berat badan atau tinggi badan anak tidak naik sesuai kurva di Buku KIA. Baca juga berat badan anak susah naik.
- Anak mengalami diare, muntah, ruam, atau BAB keras berulang setelah minum susu tertentu. Baca juga anak susah BAB.
- Ada riwayat alergi makanan atau alergi susu sapi dalam keluarga.
- Anak menolak hampir semua makanan padat dan hanya mau minum susu.
- Anda mempertimbangkan susu khusus, misalnya susu tinggi energi atau formula untuk kondisi medis.

Mengenal AceKid Activegro Stage 3
Bagian ini menyajikan fakta komposisi AceKid dengan kriteria yang sama seperti di atas, agar Anda bisa menilainya sendiri.
Kategori: Susu formula pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun, tersedia dalam dua varian, AceKid Care dan AceKid Plus.
Bahan dasar: Dibuat dari susu segar (natural whole milk) melalui proses one-step fresh. Penjelasan prosesnya ada di artikel asal susu formula dan proses one-step fresh.
Tanpa tambahan: sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, vanilin, dan perisa sintetik. Seperti semua susu berbahan dasar susu sapi, AceKid tetap mengandung laktosa alami.
Komponen yang tercantum pada AceKid Plus: osteopontin (OPN), HMO, dan nukleotida.
Izin edar: BPOM RI ML 270976003401050. Halal: MUI.
Informasi di atas adalah fakta komposisi. Kesesuaiannya untuk anak Anda tetap dinilai dengan enam kriteria di atas dan, bila perlu, bersama dokter atau ahli gizi.
FAQ
Apakah anak 3 tahun masih butuh susu formula?
Tidak wajib. IDAI menyebut anak di atas 2 tahun sudah makan makanan keluarga. Susu, baik susu sapi cair maupun susu formula pertumbuhan, tetap bisa menjadi sumber kalsium dan protein selama jumlahnya wajar dan tidak menggeser makanan utama.
Susu UHT atau susu formula untuk anak 2 tahun?
Keduanya disebut IDAI sebagai pilihan untuk anak di atas 1 tahun. Pilih susu UHT yang plain tanpa gula tambahan. Pilih susu formula pertumbuhan bila Anda ingin produk yang diperkaya vitamin dan mineral, lalu baca daftar komposisinya.
Apakah susu formula yang lebih mahal pasti lebih baik?
Harga tidak menunjukkan kesesuaian untuk anak Anda. Bandingkan kategori usia, daftar komposisi, gula tambahan, dan nilai gizi per 100 kkal. Pilih juga produk yang bisa Anda berikan secara konsisten.
Bolehkah balita yang sedang diare tetap minum susu?
Saat diare, menjaga cairan adalah prioritas. Apakah susu perlu dilanjutkan, dikurangi, atau diganti sementara adalah keputusan medis, jadi tanyakan kepada dokter. Jangan mengencerkan susu sendiri karena susu yang terlalu encer mengurangi asupan gizi.
Berapa kali sehari balita sebaiknya minum susu?
Yang lebih penting adalah total volume per hari dan posisinya terhadap waktu makan. Berikan susu di antara waktu makan, bukan menggantikannya, dan biasakan minum dari gelas.
Apa arti "terbaik" atau "nomor satu" di iklan susu?
Permenkes 49/2014 Pasal 8 ayat 2 melarang iklan susu formula pertumbuhan memuat pujian berlebihan, termasuk kata superlatif, dan melarang membandingkan dengan produk produsen lain. Karena itu, lebih aman menilai produk dari label daripada dari klaim iklan. Panduan menilai klaim ada di artikel rekomendasi susu formula.
Sumber
- Permenkes RI No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Mutu Gizi, Pelabelan, dan Periklanan Susu Formula Pertumbuhan dan Formula Pertumbuhan Anak Usia 1-3 Tahun. https://jdih.pom.go.id/download/rule/403/49/2014/
- Permenkes RI No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. https://peraturan.bpk.go.id/Download/129886/Permenkes%20Nomor%2028%20Tahun%202019.pdf
- Peraturan BPOM No. 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. https://peraturan.bpk.go.id/Download/218508/Peraturan%20BPOM%20Nomor%2026%20Tahun%202021.pdf
- IDAI. Bolehkah Susu Kental Manis Diberikan pada Anak? 20 November 2017. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bolehkah-susu-kental-manis-skm-diberikan-pada-anak
- IDAI. Rekomendasi Asuhan Nutrisi Pediatrik. https://www.idai.or.id/wp-content/uploads/2013/02/Rekomendasi-IDAI_Asuhan-Nutrisi-Pediatrik.pdf
- IDAI. Susu Formula Alternatif untuk Alergi Susu Sapi, 29 Maret 2016. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/susu-formula-alternatif-untuk-alergi-susu-sapi
- IDAI. Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak
- WHO. Guideline for complementary feeding of infants and young children 6-23 months of age, 2023. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864
- ESPGHAN. Statement on the WHO guideline, 2024. https://www.espghan.org/dam/jcr:39d33674-9750-4138-a919-b4bf07808835/WHO%20Statement.pdf
- Healthy Eating Research. Healthy Beverage Consumption in Early Childhood, 2019. https://healthyeatingresearch.org/wp-content/uploads/2019/09/HER-HealthyBeverage-ConsensusStatement.pdf
- Cork BASELINE Birth Cohort, susu sapi dan status besi. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6865992/
- Volume susu dan asupan makanan padat. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2083241/
- Cek Produk BPOM. https://cekbpom.pom.go.id/
Apakah artikel ini membantu Anda?
