Berat Badan Ideal Anak Menurut WHO Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin
Berat badan ideal anak menurut WHO berbeda sesuai usia dan jenis kelamin. Cek tabel usia 1–5 tahun, cara baca KMS, serta panduan IMT anak
10/27/2026
AceKid

Berat badan ideal anak merupakan rentang yang dinilai berdasarkan usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan tren pertumbuhan. Untuk usia 1-5 tahun, BB/U normal berada pada −2 hingga +1 SD. Angka median tidak menjadi target wajib setiap anak.
Angka timbangan saja belum cukup untuk menilai pertumbuhan. Berat yang masuk rentang tabel tetap perlu dibandingkan dengan tinggi badan dan pengukuran sebelumnya. Panduan ini membantu Anda membaca tabel usia 1-5 tahun, memahami KMS, dan menilai anak di atas lima tahun.
Mengapa Berat Badan Ideal Anak Berupa Rentang
Standar pertumbuhan WHO menggambarkan pertumbuhan anak dalam kondisi kesehatan dan pengasuhan yang mendukung. Standar tersebut dikembangkan melalui penelitian lintas negara, dengan pemberian ASI sebagai pola acuan pertumbuhan awal.
Di Indonesia, Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 mengatur penggunaan standar antropometri anak. Karena itu, tabel berat badan anak menurut Kemenkes mengacu pada standar WHO, dengan kategori yang dibedakan menurut indikator pengukurannya.
Ada empat hal yang perlu diperhatikan saat menilai berat badan:
- Usia tepat. Gunakan usia dalam bulan, bukan hanya menyebut anak berumur dua atau tiga tahun.
- Jenis kelamin. Kurva laki-laki dan perempuan memiliki nilai acuan berbeda.
- Panjang atau tinggi badan. Berat yang rendah menurut umur belum menjelaskan apakah anak kurus terhadap tinggi badannya.
- Tren pengukuran. Rangkaian hasil penimbangan lebih berguna daripada satu angka.
Tabel Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun Menurut WHO
Tabel berikut menampilkan rentang BB/U −2 hingga +1 SD pada usia tepat 12, 24, 36, 48, dan 60 bulan. Untuk usia di antaranya, gunakan kurva bulanan pada Buku KIA.
Anak laki-laki
Gunakan tabel laki-laki untuk menilai anak laki-laki. Median merupakan titik tengah distribusi standar, sedangkan rentang menunjukkan kategori BB/U normal.
| Usia tepat | Rentang BB/U normal | Median |
| 1 tahun | 7,7-10,8 kg | 9,6 kg |
| 2 tahun | 9,7-13,6 kg | 12,2 kg |
| 3 tahun | 11,3-16,2 kg | 14,3 kg |
| 4 tahun | 12,7-18,6 kg | 16,3 kg |
| 5 tahun | 14,1-21,0 kg | 18,3 kg |
Anak Perempuan
Gunakan tabel perempuan karena nilai acuannya berbeda. Angka dalam tabel tidak menggantikan pemeriksaan tinggi badan dan arah pertumbuhan.
| Usia tepat | Rentang BB/U normal | Median |
| 1 tahun | 7,0-10,1 kg | 8,9 kg |
| 2 tahun | 9,0-13,0 kg | 11,5 kg |
| 3 tahun | 10,8-15,8 kg | 13,9 kg |
| 4 tahun | 12,3-18,5 kg | 16,1 kg |
| 5 tahun | 13,7-21,2 kg | 18,2 kg |
Berat di atas rentang BB/U belum otomatis berarti obesitas. Penilaiannya perlu dilanjutkan menggunakan berat terhadap panjang atau tinggi badan, atau IMT menurut umur.
Cara Membaca Grafik Pertumbuhan pada KMS
Cara membaca grafik KMS adalah mencocokkan berat dengan usia, kemudian menghubungkan hasil pengukuran. Satu titik menunjukkan posisi saat ditimbang; rangkaian titik menunjukkan arah pertumbuhan.
- Tentukan usia. Hitung usia anak dalam bulan.
- Timbang anak. Gunakan alat yang sesuai.
- Catat hasil. Tulis tanggal dan berat badan.
- Temukan usia. Gunakan sumbu mendatar pada grafik sesuai jenis kelamin.
- Temukan berat. Gunakan sumbu tegak.
- Tandai pertemuannya. Letakkan titik pada usia dan berat yang sesuai.
- Hubungkan titik. Bandingkan dengan hasil penimbangan sebelumnya.
- Nilai arah garis. Perhatikan apakah kenaikan mengikuti jalur, mendatar, atau menurun.
Warna hijau, kuning, dan garis merah perlu dibaca sesuai legenda KMS yang digunakan. Jangan menyimpulkan kondisi anak dari warna saja. Perhatikan angka SD dan perubahan garis, termasuk ketika titiknya masih terlihat berada di area yang sama.
Cara Memahami Z-Score dan Persentil
Z-score menunjukkan posisi pengukuran terhadap median standar dalam satuan simpangan baku atau SD. Pada indikator BB/U, kategorinya adalah:
- Di bawah −3 SD: berat badan sangat kurang.
- −3 SD hingga kurang dari −2 SD: berat badan kurang.
- −2 SD hingga +1 SD: berat badan normal.
- Di atas +1 SD: risiko berat badan lebih.
Nilai 0 menunjukkan median. Anak tidak harus mencapai median selama hasil pengukuran dan tren pertumbuhannya dinilai sesuai.
Persentil menunjukkan posisi relatif dalam distribusi acuan. Persentil 50 berarti sekitar separuh anak dalam acuan memiliki nilai lebih rendah dan separuh lebih tinggi, pada usia serta jenis kelamin yang sama.
Sebagai contoh, anak perempuan tepat dua tahun dengan berat 11,5 kg berada pada median BB/U. Berat 10 kg masih masuk rentang tabel. Namun, tinggi badan dan arah pengukuran sebelumnya tetap perlu diperiksa.

Perbedaan Berat Badan Kurang dengan Wasting dan Stunting
BB/U rendah menunjukkan berat badan kurang menurut umur atau underweight. Sementara itu, wasting menunjukkan berat badan rendah terhadap panjang atau tinggi badan. Anak dengan BB/U rendah dapat memiliki berat yang proporsional terhadap tinggi badannya.
Pada balita, BB/PB atau BB/TB di bawah −3 SD termasuk gizi buruk atau severely wasted. Istilah tersebut berbeda dari berat badan sangat kurang yang dinilai menggunakan BB/U.
Ciri anak stunting tidak dapat dipastikan hanya dari tubuh yang terlihat kecil. Panjang atau tinggi badan menurut umur di bawah −2 SD menunjukkan kategori pendek yang perlu dievaluasi penyebabnya.
Karena itu, komentar tentang tubuh anak atau mom-shaming tidak membantu menilai pertumbuhan. Fokuskan perhatian pada hasil pengukuran dan kebutuhan anak.
Checklist Pemantauan Pertumbuhan Anak
Simpan catatan berikut untuk dibawa saat penimbangan atau konsultasi. Checklist membantu Anda menyiapkan informasi yang diperlukan untuk membaca pertumbuhan secara menyeluruh.
| Yang dicatat | Yang diperiksa |
| Usia dan jenis kelamin | Usia tepat dalam bulan dan kurva yang sesuai |
| Berat badan | Tanggal penimbangan dan hasil pengukuran sebelumnya |
| Panjang atau tinggi badan | Kesesuaian berat terhadap ukuran tubuh serta tinggi menurut umur |
| Arah kurva | Garis mengikuti jalur, mendatar, menurun, atau berpindah jalur |
| Makan dan keluhan | Asupan, kesulitan menelan, muntah, diare, atau keluhan lain |
Cara Menilai Anak di Atas Lima Tahun
Anak usia sekolah, termasuk 6-12 tahun, dinilai menggunakan IMT menurut umur dan jenis kelamin. Kategori IMT orang dewasa tidak dapat diterapkan langsung pada anak.
Hitung IMT dengan rumus:

Sebagai contoh, berat 24 kg dan tinggi 1,20 m menghasilkan IMT sekitar 16,7 kg/m². Angka tersebut belum menunjukkan kategori sebelum dicocokkan dengan usia dan jenis kelamin.
Gunakan kalkulator IMT anak yang menyertakan umur, jenis kelamin, dan acuan pertumbuhan. Pada acuan WHO usia 5-19 tahun, rentang IMT/U normal adalah −2 hingga +1 SD. Nilai di bawah −2 SD menunjukkan kurus.
Nilai di atas +1 SD menunjukkan kelebihan berat badan, sedangkan di atas +2 SD menunjukkan obesitas. Hasilnya tetap perlu dibaca bersama pemeriksaan anak.
Langkah Saat Berat Badan Anak Bermasalah
Penanganan perlu mengikuti hasil penilaian pertumbuhan. Anak dengan berat badan kurang dan anak dengan kelebihan berat badan memerlukan pendekatan berbeda.
Sebelum mengubah pola makan
Periksa kemungkinan penyebabnya. Genetika dan kondisi hormonal dapat memengaruhi pertumbuhan. Sampaikan riwayat prematuritas, penyakit berulang, pola makan, aktivitas, dan tidur saat berkonsultasi.
Catatan makan membantu memperjelas asupan sehari-hari. Kesulitan mengunyah atau menelan, muntah, serta keluhan saat makan juga perlu disampaikan.
Saat berat badan anak susah naik
Mulai dari pola makan yang teratur dan menu beragam:
- Jadwalkan tiga makan utama dan dua camilan sesuai kebutuhan.
- Sertakan lauk seperti telur, ikan kembung, daging, tahu, atau tempe.
- Tambahkan sumber energi, misalnya alpukat atau minyak dalam masakan sesuai kebutuhan.
- Sesuaikan tekstur dan porsi dengan kemampuan makan.
- Batasi sesi makan sekitar 30 menit.
- Hindari layar dan paksaan saat makan.
Penerapan feeding rules menekankan jadwal, suasana menyenangkan, serta respons terhadap tanda lapar dan kenyang.
Hindari susu berlebihan atau minum banyak sebelum makan hingga anak kenyang. Tetap penuhi kebutuhan cairan. Jika berat badan anak susah naik, periksa penyebabnya bersama tenaga kesehatan.
Saat berat badan anak berlebih
Bangun kebiasaan makan beragam dan aktivitas fisik bersama keluarga. Hindari diet ketat tanpa pendampingan.
Untuk usia 3-4 tahun, batasi waktu layar sambil duduk maksimal satu jam sehari dan dukung tidur 10-13 jam, termasuk tidur siang. Kebutuhan tidur serta aktivitas perlu disesuaikan dengan usia.
Kapan perlu diperiksa dokter
Konsultasikan kurva yang mendatar, menurun tajam, atau berpindah jalur mencolok, meskipun berat masih masuk rentang tabel. Berat tidak naik dalam dua penimbangan bulanan berturut-turut perlu dievaluasi; penurunan berat juga layak dibahas sejak ditemukan.
Segera periksakan anak jika kesulitan makan disertai lemas, sesak saat makan, tersedak berulang, muntah berulang, atau diare berkepanjangan. Bawa Buku KIA dan catatan makan untuk membantu pemeriksaan.

Peran Susu dalam Pola Makan Anak
Susu melengkapi makanan beragam. Saat mempertimbangkan susu, cek komposisi dan kesesuaian usia, serta arti label tanpa gula tambahan. Pemilihan produk perlu mempertimbangkan kebutuhan anak.
AceKid menggunakan bahan dasar susu segar dengan sumber yang dapat ditelusuri dan proses One-Step Fresh. Bahan dasar susu segar dapat diolah menjadi susu pertumbuhan berbentuk bubuk; cek juga informasi nilai gizi pada kemasan.
Untuk anak usia 12-36 bulan, Anda dapat cek pilihan AceKid tahap 3. Bila terdapat gangguan pertumbuhan, diskusikan kebutuhan anak dengan tenaga kesehatan.
Tabel berat badan membantu memberikan gambaran awal. Pemantauan tetap perlu dilakukan secara berkala bersama pengukuran tinggi badan, sehingga perubahan yang membutuhkan perhatian dapat dikenali sejak dini.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah rumus dua kali usia ditambah delapan cukup?
Rumus (2 × usia dalam tahun) + 8 hanya memberikan perkiraan kasar. Hasil hitungan tidak menggantikan tabel bulanan, kurva pertumbuhan, atau pemeriksaan tinggi badan.
Perlukah menimbang anak setiap hari?
Ikuti jadwal bulanan di posyandu atau arahan tenaga kesehatan. Penimbangan lebih sering dilakukan bila ada kebutuhan pemantauan khusus.
Apakah anak yang aktif pasti memiliki pertumbuhan normal?
Aktivitas anak saja belum cukup untuk menilai pertumbuhan. Tetap periksa ukuran tubuh dan perubahan kurvanya meskipun anak terlihat ceria.
Apakah suplemen diperlukan ketika berat badan kurang?
Kebutuhan suplemen ditentukan dari asupan dan pemeriksaan anak. Hindari memberikan penambah nafsu makan atau suplemen hanya berdasarkan angka timbangan.
Apakah susu berbahan dasar susu segar selalu berbentuk cair?
Tidak. Bahan dasar susu segar dapat diolah menjadi susu pertumbuhan berbentuk bubuk. Cek keterangan usia, daftar bahan, informasi nilai gizi, dan petunjuk penyajian pada kemasan.
Sumber
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, 2020. https://jdih.kemkes.go.id/storage/documents/pdfs/2020permenkes002.pdf
WHO. Child growth standards, 12 Februari 2025. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/child-growth-standards
WHO. Simplified field tables: Weight-for-age BOYS. Birth to 5 years (z-scores).https://cdn.who.int/media/docs/default-source/child-growth/child-growth-standards/indicators/weight-for-age/sft-wfa-boys-z-0-5.pdf
WHO. Simplified field tables: Weight-for-age GIRLS. Birth to 5 years (z-scores).https://cdn.who.int/media/docs/default-source/child-growth/child-growth-standards/indicators/weight-for-age/sft-wfa-girls-z-0-5.pdf
CDC. Growth Charts: What to know. https://www.cdc.gov/growthcharts/information-for-healthcare-professionals.htm
WHO. Malnutrition, 1 Maret 2024. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition
WHO. BMI-for-age (5-19 years). https://www.who.int/tools/growth-reference-data-for-5to19-years/indicators/bmi-for-age
IDAI. Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil
IDAI. Sulit Makan pada Bayi dan Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak
WHO. To grow up healthy, children need to sit less and play more, 24 April 2019. https://www.who.int/news/item/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more
IDAI. Peringati Ulang Tahun ke-62 dan Hari Anak Nasional, IDAI Jaya Gelar Edukasi di 74 Rumah Sakit. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/peringati-ulang-tahun-ke-62-dan-hari-anak-nasional-idai-jaya-gelar-edukasi-di-74-rumah-sakit
Kementerian Kesehatan RI. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), 2024.https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/Buku_KIA_2024.pdf
Is this article helpful to you??
